Jumat, 5 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Marak Pria Bercelana Pendek di Ruang Publik, Kasatpol PP-WH Kota Banda Aceh Angkat Bicara 

Kepala Satpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP, M.Si, menyampaikan hal ini menyikapi fenomena maraknya pria bercelana pendek di ruang p

Tayang:
Penulis: Misran Asri | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
KEPALA SATPOL PP-WH - Kepala Satpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP, MSi, menegaskan pihaknya rutin melaksanakan pengawasan, pembinaan, dan peneguran langsung terhadap pelanggaran busana islami di berbagai lokasi di Kota Banda Aceh. Hal ini disampaikannya menyikapi fenomena maraknya pria bercelana pendek di ruang publik di Banda Aceh.  

Kepala Satpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP, M.Si, menyampaikan hal ini menyikapi fenomena maraknya pria bercelana pendek di ruang publik di Banda Aceh

Laporan Misran Asri Wartawan Serambi Indonesia | Banda Aceh

SERAMBINEWS.CO, BANDA ACEH - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Kota Banda Aceh rutin melaksanakan pengawasan, pembinaan, dan peneguran langsung terhadap pelanggaran busana islami di berbagai lokasi di Kota Banda Aceh.

Kepala Satpol PP-WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP, M.Si, menyampaikan hal ini menyikapi fenomena maraknya pria bercelana pendek di ruang publik di Banda Aceh

"Petugas tidak pernah berhenti menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam menegakkan Qanun Syariat Islam. 

Khususnya yang berkaitan dengan adab dan etika berpakaian islami di ruang publik," kata Muhammad Rizal, Kamis (16/10/2025).

Menurutnya selama ini Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh terus melakukan pengawasan di berbagai lokasi. 

Tidak hanya mengawasi, petugas juga memberikan peringatan dan pembinaan secara langsung face to face kepada siapa pun yang kedapatan tidak berbusana islami ketika beraktivitas di tempat umum.

Baca juga: Pakai Celana Pendek Saat Jogging, Sejumlah Pemuda Dinasihati Dipinggir Jalan

Bahkan kata Rizal untuk memaksimalkan penyampaian informasi mengenai ketentuan berbusana dalam Islam pihaknya juga rutin didampingi oleh Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, MPU Kota Banda Aceh, DAI Perkotaan dan Muhtasib Gampong.

Ia menerangkan, pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata bersifat represif, melainkan juga edukatif dan persuasif, agar masyarakat memahami serta menumbuhkan kesadaran untuk berpakaian sesuai tuntunan syariat Islam.

Muhammad Rizal menjelaskan, pengawasan dilakukan secara rutin di berbagai titik strategis seperti kawasan wisata, ruang publik, jalan protokol, seputar kampus hingga area olahraga.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti pengelola Blang Padang.

Kemudian Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, serta pihak rektorat Kampus Universitas Syiah Kuala dalam upaya memastikan agar seluruh kegiatan masyarakat dan mahasiswa di tempat-tempat tersebut tetap berlangsung sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam.

“Kami terus berkolaborasi dengan pengelola kawasan publik dan berbagai elemen masyarakat. 

Ini penting agar penerapan Qanun Syariat Islam tetap bisa berjalan, meski Satpol PP-WH tidak sedang tidak berada di lokasi tersebut,” tambahnya.

Baca juga: Amankan Pelanggar Syariat Berpakaian Ketat dan Celana Pendek di Jalan, Ini Pesan Satpol PP-WH Aceh

Lebih lanjut, Muhammad Rizal menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak. 

Terutama para ulama, tokoh masyarakat, dan warga Banda Aceh yang terus menunjukkan kepedulian terhadap pelaksanaan Syariat Islam di kota ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas masukan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh berbagai pihak terhadap pelaksanaan syariat Islam di Banda Aceh

Kepedulian setiap pihak merupakan bahan bakar bagi kami dalam menjalankan tugas-tugas pengawasan syariat Islam di lapangan,” tutur mantan Camat Baiturrahman itu.

Muhammad Rizal menegaskan bahwa keberhasilan penerapan Syariat Islam di Banda Aceh membutuhkan dukungan dan tanggung jawab bersama dari seluruh elemen masyarakat, tidak hanya dari aparat penegak qanun.

“Kami sangat berharap dukungan dan peran serta semua pihak sesuai tupoksinya masing-masing. Orang tua memberi nasihat kepada anaknya di rumah, guru mengingatkan murid-muridnya di sekolah.

Baca juga: MPU Banda Aceh Soroti Maraknya Penggunaan Celana Pendek di Ibukota, Waled Rusli: Patuhi Hukum!

Ustaz-ustaz menyampaikan nasihat melalui mimbar Masjid dan kelompok-kelompok pengajian, para pimpinan di lingkungan kerjanya, serta aparatur desa bisa mengeluarkan himbauan di gampong yang ia pimpin,” harap Rizal.

Sebagai langkah lanjutan, Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus menyesuaikan pola pengawasan agar lebih efektif dan terasa dampaknya di masyarakat.

“Kami akan terus melakukan evaluasi terhadap pola pengawasan dan pembinaan agar semakin efektif. 

Ke depan, kami juga akan memperkuat kerja sama lintas sektor agar lahir terobosan baru dalam pengawasan Syariat Islam, khususnya dalam hal pembinaan busana Islami,” tegas Muhammad Rizal.

Menutup pernyataannya Rizal berharap agar publik tidak menilai penegakan Syariat Islam hanya dari kegiatan razia semata. 

Karena pengawasan dan pembinaan lapangan terus berjalan dengan pendekatan edukatif, preventif, dan persuasif.

Baca juga: Larang Mahasiswa Pakai Celana Pendek, Rektor UIN Ar-Raniry: Itu Haram

“Mungkin masyarakat tidak selalu melihat kegiatan kami karena tidak semua dilakukan dalam bentuk operasi besar. 

Namun setiap hari petugas kami turun langsung, menegur, membina, dan mengedukasi masyarakat secara santun,” tutupnya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved