Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026

Berita Sabang

Pantau Harga Lewat IPH, Sabang Pastikan Stabilitas Pangan di Daerah Kepulauan

Upaya ini menjadi langkah strategis menjaga stabilitas pangan di wilayah kepulauan yang bergantung pada pasokan dari daratan Aceh

Tayang:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/AULIA PRASETYA
Tampak gedung kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sabang 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Meski tidak termasuk dalam 150 kabupaten/kota yang masuk hitungan inflasi nasional, Pemerintah Kota Sabang tetap aktif memantau pergerakan harga kebutuhan pokok melalui Indeks Perkembangan Harga (IPH). 

Upaya ini menjadi langkah strategis menjaga stabilitas pangan di wilayah kepulauan yang bergantung pada pasokan dari daratan Aceh.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sabang, Teti Darmawati, SE, menjelaskan bahwa inflasi di Aceh hanya dihitung di lima kota, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Takengon, dan Aceh Tamiang. 

Namun Sabang tetap melakukan pengawasan harga harian sebagai dasar perhitungan IPH setiap pekan.

“Di Sabang, pencatatan harga dilakukan oleh Dinas Perdagangan setiap Senin hingga Jumat. 

Data itu dimasukkan ke aplikasi SP2KP, dan pada akhir pekan BPS menghitung IPH,” jelas Teti kepada Serambinews.com, Jum'at (17/10/2025).

Baca juga: Sinergitas Kemenag Sabang, KUA, dan Gampong Wujudkan Tanah Wakaf yang Aman dan Produktif

IPH ini, lanjutnya, memantau 20 komoditas pangan utama yang paling banyak dikonsumsi masyarakat seperti beras, minyak goreng, telur, gula, tepung, ikan, dan cabai merah. 

Dari hasil pemantauan bulan Agustus 2025, harga pangan di Sabang tercatat naik rata-rata 2,75 persen.

“Kenaikan pada minggu ketiga Agustus dipengaruhi oleh harga cabai merah, bawang merah, dan beras. Meski sempat naik, masih dalam batas wajar,” ujarnya.

Setiap awal pekan, hasil IPH dibahas dalam rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Wali Kota, BPS, dan instansi terkait. Angka ini juga disampaikan ke rapat inflasi nasional yang dipimpin langsung oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Setiap Senin kami ikut rakor dengan pusat. Jadi kalau ada lonjakan harga signifikan bisa segera diketahui penyebabnya dan dicarikan solusi cepat,” kata Teti.

Baca juga: 35 Juta Keluarga akan Terima Uang Rp 300 Ribu Per Bulan, Mulai Cair Bulan Ini

Ia menegaskan bahwa IPH menjadi instrumen penting bagi daerah seperti Sabang yang memiliki keterbatasan logistik dan ketergantungan pada transportasi laut. 

Walaupun harga barang di Sabang umumnya lebih tinggi dibanding Banda Aceh, yang terpenting menurutnya adalah kestabilan harga dari waktu ke waktu.

“Yang dilihat bukan seberapa mahal barang di Sabang, tapi apakah harga itu stabil. Kalau dari minggu ke minggu tidak ada lonjakan tajam, berarti kondisi harga masih terkendali,” terangnya.

Dengan sistem pemantauan harga melalui IPH, Pemko Sabang bersama TPID dapat lebih cepat mengambil langkah antisipatif terhadap perubahan harga, sehingga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat tetap terjaga.

Baca juga: Harga Emas Turun, Segini Harga Emas Antam Per Gram Hari Ini Sabtu 18 Oktober 2025

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved