Jumat, 8 Mei 2026

Cahaya Aceh

Pantai Ulee Lheue, Spot Ramah Keluarga di Pesisir Banda Aceh

Pantai ini menjadi pilihan warga untuk berkumpul bersama keluarga sambil bermain air

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/MUHAMMAD NASIR
Sejumlah warga tampak sedang bersantai dan menikmati keindahan pantai Ulee Lheue, Banda Aceh. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir l Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Di Banda Aceh, untuk menemukan pantai dengan hamparan pasir luas dan lautan biru tidak perlu jauh-jauh. 

Cukup berjalan beberapa menit ke pesisir kota, kita sudah sampai di Pantai Ulee Lheue.

Pantai ini menjadi pilihan warga untuk berkumpul bersama keluarga sambil bermain air dan menikmati ombak kecil.

Baca juga: Lobster Keramba Apung Ulee Lheue Kini Tembus Pasar Nasional

Pantai Ulee Lheue menghadap ke barat dengan latar pemandangan pegunungan di kawasan Ujung Pancu, Peukan Bada, serta gugusan Pulo Aceh yang indah.

Saat siang hari, hamparan lautnya berwarna biru toska yang sangat memanjakan mata, berpadu dengan gemuruh lembut ombak yang menyapu pasir halus di tepi pantai.

Sementara pada sore hari, pantai ini menjadi tempat terbaik untuk menikmati matahari tenggelam—atau seperti kata anak muda sekarang, tempat berburu senja.

Langit merah merona di atas perbukitan dan kapal-kapal kecil milik nelayan yang kembali ke peraduannya menjadi pemandangan khas setiap sore.

Pantai ini berjarak sekitar 4 kilometer atau sekitar 10 menit perjalanan dari Masjid Raya Baiturrahman. 

Bagi warga kota, berkunjung ke sini tidak membutuhkan waktu dan biaya besar.

Tidak ada biaya masuk untuk menikmati Pantai Ulee Lheue. Pengunjung hanya perlu membayar parkir sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp3.000 untuk mobil.

Lokasinya berada di muara Sungai Ulee Lheue, tepat di belakang Masjid Baiturrahim.

Dahulu, pantai ini rata dengan tanah akibat sapuan tsunami pada tahun 2004. 

Banyak warga yang menjadi korban dan hingga kini tidak diketahui pusaranya. 

Kini, makam massal korban tsunami berada tidak jauh dari pantai, sekitar 100 meter dari lokasi.

Namun warga Ulee Lheue telah bangkit. 

Mereka berbenah dan membangun kembali semangat wisata di desanya.

Kedai-kedai sederhana milik warga berdiri di sepanjang garis pantai, menjadi tempat singgah bagi wisatawan yang ingin bersantai.

Di sepanjang tepi pantai juga terdapat tanggul dari batu gunung yang disusun rapi untuk melindungi pemukiman dari ombak besar, air pasang, dan abrasi.

Kini, tanggul itu justru menjadi tempat favorit warga untuk duduk santai, menatap laut biru dan langit senja yang memukau.

Tidak ada kafe modern di kawasan ini. Kedai-kedai milik warga menyajikan makanan dan minuman sederhana khas pantai, seperti mi goreng instan, mi rebus, kentang goreng, kopi, teh dingin, kelapa muda, serta jajanan seperti bakso goreng dan bakso bakar.

Meski sederhana, jajanan tersebut sangat digemari pengunjung karena murah dan cocok dinikmati sambil melihat laut.

Suasana desa pun terasa teduh. Warganya hidup tenang, sebagian bekerja menjajakan dagangan untuk wisatawan.

Desa Ulee Lheue bahkan pernah ditetapkan sebagai salah satu desa wisata Indonesia karena potensi alam dan budaya yang dimilikinya.

Beberapa tahun lalu, Menteri Pariwisata Sandiaga Uno juga sempat berkunjung ke pantai ini dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

Salah seorang warga Banda Aceh, Elisa, mengatakan bahwa Pantai Ulee Lheue menjadi tempat favoritnya membawa anak-anak bermain air laut.

Menurutnya, pantai ini sangat landai dan ombaknya tidak besar, sehingga aman untuk anak-anak balita.

Selain itu, tempat ini juga ramah di kantong. 

“Dengan uang sekitar Rp50.000 untuk cukup jajan satu keluarga, plus sudah bisa menikmati suasana pantai yang indah tanpa harus pergi jauh,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh warga Banda Aceh lainnya, Rizkiya. 

Ia mengatakan bahwa anak-anak muda sering datang ke Pantai Ulee Lheue menjelang matahari terbenam untuk menikmati indahnya senja tanpa perlu bepergian jauh.

Setiap akhir pekan, pantai ini ramai dikunjungi sejak pagi hingga matahari terbenam.

Warga bebas memilih waktu untuk berkunjung—pagi hari saat udara segar, siang dengan air laut yang biru, atau sore hari ketika langit jingga memeluk cakrawala.

Jadi, kapan kamu akan datang menikmati senja dari Pantai Ulee Lheue? (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved