Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Pemuda Aceh Timur Banyak Urung Menikah Gegara Emas Mahal, Ulama Diharap Keluarkan Fatwa Solutif

Ia melanjutkan, "barang kali ada solusi alternatif yang bisa menggantikan emas sebagai mahar selama sesuai dengan ketentuan syariat," ulas bupati.

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Gemini AI
ILUSTRASI - Pemuda di warung kopi membicarakan terkait mahar emas dan pernikahan, dibuat dengan Gemini AI pada, Selasa (21/10/2025). 

Ia melanjutkan, "barang kali ada solusi alternatif yang bisa menggantikan emas sebagai mahar selama sesuai dengan ketentuan syariat," ulas bupati seraya melempar pertanyaan kepada para tokoh ulama.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Ada hal yang menarik dalam pembukaan Muzakarah Ulama se Aceh yang diselenggarakan di Komplek Dayah Al-Maimanah, Gampong Keude Dua, Kecamatan Darul Ihsan yang dilaksanakan selama dua hari mulai Minggu hingga Senin (20/10/2025).

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky melontarkan statement secara gamblang dalam pembukaan acara tersebut.

Ia menyebutkan dua persoalan pelik kini menjadi tantangan serius di masyarakat Aceh umumnya dan Aceh Timur khususnya.

Pertama merosotnya moralitas yang memicu lonjakan pelanggaran syariat dan kedua tingginya mahar emas yang menghambat generasi muda menikah.

"Ada kasus yang menyanyat hati kita Terima di lapangan, kadang kita dihadapkan pada dilema. Tapi sebagai pemerintah kita tetap harus bertindak tegas," tuturnya.

Dibalik citra syariat islam di Aceh, terdapat gejolak moral yang membutuhkan intervensi serius, tidak hanya dari pemerintah tetapi juga dari pemegang otoritas agama.

Selain krisis moral, persoalan lain yakni generasi muda yang dihadapkan pada dilema sosial.

Tingginya harga emas membuat mahal semakin mahal, ditambah para pemuda keterbatasan terhadap lapangan kerja.

"Banyak anak. Muda urung menikah, fenomena ini dikhawatirkan dapat memicu dampak sosial negatif lainnya di kalangan pemuda," kata bupati.

Ia melanjutkan, "barang kali ada solusi alternatif yang bisa menggantikan emas sebagai mahar selama sesuai dengan ketentuan syariat," ulas bupati seraya melempar pertanyaan kepada para tokoh ulama.

Baca juga: Ekonomi Sulit, Warga Aceh Tamiang Ramai-ramai Jual Emas untuk Kebutuhan Hidup

Pernyataan orang nomor satu di Aceh Timur itu tentunya menyorot keseimbangan antara tradisi dan kondisi ekonomi yang seharusnya menjadi simbol kehormatan kini balik menjadi beban yang menunda atau menggagalkan niat baik para pemuda.

Oleh karena itu, bupati berharap dilema ini bisa dijawab dalam Muzakarah ulama se-Aceh yang dilaksanakan di Aceh Timur ini.

"Fatwa-fatwa yang dikeluarkan melalui forum ini diharapkan bisa menjadi suluh penerang bagi ummat," tuturnya.

Muzakarah itu dihadiri oleh sejumlah ulama kharismatik Aceh seperti  Mustafa M. Isa (Waled Pulo) Waled Nuruzzahri (Waled Nu), Abi Daud Hasbi, serta tokoh ulama lainnya.(*)


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved