Jumat, 12 Juni 2026

Hari Santri 2025

Peringatan Hari Santri 2025 di Bireuen, Ini Kata Rektor UIA dan Direktur Pesantren Ummulqura 

Demikian inti yang disampaikan Rektor Universitas Islam Aceh (UIA) Peusangan Bireuen, Dr Nazaruddin Abdullah MA, dan Direktur Pesantren Ummulqur

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Kolase Serambinews.com
HARI SANTRI 2025 - Rektor UIA Peusangan, Dr Nazaruddin Abdullah MA (kiri) dan Direktur Pesantren Ummulqura Antarabangsa,Peusangan Bireuen, Tgk Qamar Syafawi MPd, sampaikan pendapat masing-masing tentang Hari Santri Nasional 2025 

Demikian inti yang disampaikan Rektor Universitas Islam Aceh (UIA) Peusangan Bireuen, Dr Nazaruddin Abdullah MA, dan Direktur Pesantren Ummulqura Antarabangsa Peusangan, Tgk Qamar Syafawi MPd, pada acara peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Rabu (22/10/2025).

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) menjadi momentum penting untuk menghargai peran besar para santri dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa Indonesia.

Demikian inti yang disampaikan Rektor Universitas Islam Aceh (UIA) Peusangan Bireuen, Dr Nazaruddin Abdullah MA, dan Direktur Pesantren Ummulqura Antarabangsa Peusangan, Tgk Qamar Syafawi MPd, pada acara peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Rabu (22/10/2025).

Dr Nazaruddin menegaskan, keberadaan santri tidak bisa dilepaskan dari sejarah kemerdekaan Indonesia.

Sebelum kemerdekaan, kata dia, lembaga pendidikan yang berperan penting dalam mencerdaskan bangsa hanyalah dayah atau pesantren.

“Santri telah memberikan kontribusi nyata terhadap kemerdekaan republik ini dan terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa,” ujar Dr Nazaruddin.

Ia menambahkan, jika masih ada stigma negatif terhadap santri, hal itu mungkin karena sebagian masyarakat belum memahami dengan baik dunia pesantren dan kehidupan santri.

Baca juga: Hari Santri di Pidie Digelar di Dayah Darussaadah Teupin Raya, Bupati Sarjani Bacakan Amanat Menag

“Santri ke depan harus terus berkembang, mampu mengikuti arus informasi dan teknologi, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menunjukkan jati diri sebagai bagian dari bangsa besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Tgk Qamar Syafawi MPd menilai bahwa peringatan Hari Santri tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menyalakan kembali semangat perjuangan para ulama dan pahlawan kemerdekaan.

“Santri jangan puas hanya menjadi penonton sejarah. Jadilah pelaku perubahan untuk bangsa. Dunia menunggu langkahmu, Indonesia menunggu baktimu,” katanya penuh semangat.

Ia berharap santri terus berdiri di garda terdepan, membawa ilmu di tangan kanan, iman di dada, dan cinta tanah air yang tak pernah padam. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved