Selasa, 28 April 2026

Lingkungan

Sampah Rumah Tangga di Sabang Capai 4.680 Ton dalam 10 Bulan, 65 Persen Organik

Menurutnya, sampah organik menjadi penyumbang terbesar karena bersumber dari limbah dapur rumah tangga seperti sisa makanan, daun

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
ANGKUT SAMPAH - Sebuah truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Sabang membuang muatan sampah rumah tangga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan Lhok Batee Gampong Cot Abeuk 

Ringkasan Berita:
  • Rata-rata sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setiap hari mencapai 13 ton, atau setara 390 ton per bulan.
  • Dari data tahun sebelumnya, total sampah rumah tangga pada 2024 berada di angka 4.500 ton. Artinya, pada tahun 2025 terjadi peningkatan timbulan sampah.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya I Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Volume sampah rumah tangga di Kota Sabang sejak Januari hingga Oktober 2025 tercatat mencapai 4.680 ton. 

Rata-rata sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setiap hari mencapai 13 ton, atau setara 390 ton per bulan.

Dari data tahun sebelumnya, total sampah rumah tangga pada 2024 berada di angka 4.500 ton. Artinya, pada tahun 2025 terjadi peningkatan timbulan sampah.

Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Kebersihan dan Pertamanan DLHK Kota Sabang, Muhammad Hendrik Friasayani, S.T., M.T, mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Sabang, Sabtu (1/11/2025).

“Selama ini banyak yang mengira sampah plastik paling mendominasi. Namun hasil kajian menunjukkan bahwa 65 persen sampah di Sabang merupakan sampah organik,” kata Hendrik.

Menurutnya, sampah organik menjadi penyumbang terbesar karena bersumber dari limbah dapur rumah tangga seperti sisa makanan, daun, dan bahan mudah terurai lainnya.

“Plastik memang sering tampak mencolok, tetapi secara volume, sampah organik jauh lebih besar. Ini yang sering tidak disadari,” tambahnya.

Untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA, DLHK Sabang mulai mendorong pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.

“Jika masyarakat mengelola sampah organik dari rumah, misalnya dengan membuat kompos, maka volume sampah yang harus diangkut ke TPA akan turun signifikan,” ujarnya.

DLHK Sabang saat ini mengoperasikan 20 armada angkutan sampah yang terdiri dari 7 unit viar roda tiga, 3 unit mobil pick-up, dan 10 unit dump truck/truck sampah.

“Setiap hari armada berjalan sesuai rute pengangkutan yang sudah ditentukan. Hampir seluruh wilayah Sabang sudah terlayani,” jelas Hendrik.

Namun, satu wilayah masih belum terlayani armada secara penuh, yakni kawasan Gampong Anoi Itam.

“Kami belum melakukan pembahasan terkait layanan pengangkutan langsung dari rumah warga karena masih bergantung pada kesiapan masyarakat. Salah satunya terkait ketersediaan tong sampah di setiap rumah,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved