Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Besar

Dua Riset Siswi Madrasah Aceh Besar Lolos Grand Finalis OMI Riset Nasional

Kedua proposal lolos sebagai grand finalis setelah bersaing ketat dengan 9.349 proposal dari madrasah seluruh Indonesia.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/HO 
Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Besar H. Saifuddin, S.E saat melepas keberangkatan peserta OMI Riset 2025 bertanding Top 30 Nasional di Bandara SIM Aceh Besar, Kamis, 16 Oktober 2025. 

 

Kedua proposal lolos sebagai grand finalis setelah bersaing ketat dengan 9.349 proposal dari madrasah seluruh Indonesia.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR -  Dua proposal riset siswi madrasah asal Kabupaten Aceh Besar berhasil lolos sebagai grand finalis Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset 2025.

Proposal pertama disusun oleh Andis Febrina dari MAN 3 Aceh Besar dengan judul “Ekoteologi dan Maqashid al-Syari’ah: Studi Kasus Gerakan Mpu Uteun dalam Konservasi Hutan di Aceh.”

Sementara proposal kedua merupakan karya tiga siswi Dayah Insan Qurani Aceh Besar, yakni Afra Althafunnaja, Syahira Aleta Rasha, dan Maryam Thahara Meutuah, berjudul “Akulturasi Kuliner Halal Etnis Tionghoa di Banda Aceh.”

Kedua proposal lolos sebagai grand finalis setelah bersaing ketat dengan 9.349 proposal dari madrasah seluruh Indonesia.

Baca juga: 15 Peserta Pidie Lolos ke Final MTQ Aceh di Pijay, Mampu Lewati Prestasi MTQ di Simeulue

Kedua karya itu berasal dari MAN 3 Aceh Besar dan Dayah Insan Qurani Aceh Besar, yang akan mewakili Provinsi Aceh pada babak grand final di Hotel Grand El Hajj, Banten, pada 11 November 2025 mendatang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar H Saifuddin SE menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi luar biasa tersebut.

“Ini adalah bukti bahwa madrasah mampu bersaing di tingkat nasional dengan ide-ide riset yang kreatif, kontekstual, dan berakar pada nilai-nilai keislaman,” katanya, Kamis (6/11/2025).

Dikatakan, kedua penelitian ini masuk dalam kelompok tema Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekotekologi), sebuah bidang yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan keilmuan modern, terutama dalam konteks pelestarian lingkungan dan kearifan budaya.

Yahwa sapaan akrab Saifuddin, mengatakan keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras para siswa, guru pembimbing, dan dukungan seluruh keluarga besar madrasah.

Menurutnya, prestasi tersebut lahir dari semangat belajar, kerja keras, dan dedikasi. Ia berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa madrasah di Aceh Besar untuk terus berinovasi dan mengukir prestasi.

Yahwa juga memberi motivasi kepada seluruh pelajar madrasah agar tidak ragu menekuni dunia riset dan penelitian. 

Riset bukan hanya milik ilmuwan besar. Dari madrasah pun bisa lahir peneliti hebat yang mampu memberi solusi bagi masyarakat dan umat. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved