Kamis, 30 April 2026

Berita Bireuen

40 Desa di Peusangan Sudah Gelar Rembuk Stunting, 29 Lainnya Belum

Disebutkan, di Peusangan ada empat tim bergerak untuk menyukseskan rembuk stunting, setiap tim satu hari dua desa.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Rembuk stunting- Masyarakat Desa Matang Glumpang Dua, Peusangan, Bireuen, Jumat (7/11/2025) menggelar rembuk stunting di desa setempat bersama puluhan masyarakat, Muspika dan lainnya. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

Disebutkan, di Peusangan ada empat tim bergerak untuk menyukseskan rembuk stunting, setiap tim satu hari dua desa. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Hingga Jumat (7/11/2025) sekitar 40 desa di Peusangan dari 69 desa seluruhnya sudah menggelar rembuk stunting dan menjadi rumusan berbagai hasil pertemuan diteruskan ke kecamatan sampai ke kabupaten. 

Hal tersebut disampaikan Camat Peusangan, Alfian SSos saat menghadiri rembuk stunting di Desa Matanggelumpang Dua, Peusangan.

Disebutkan, di Peusangan ada empat tim bergerak untuk menyukseskan rembuk stunting, setiap tim satu hari dua desa. 

Setiap hari ada delapan desa menggelar rembuk stunting, maka sejak beberapa waktu lalu sudah 40 desa menggelar rembuk stunting. 

Rembuk stunting katanya salah satu program pemerintah untuk mencegah stunting di berbagai desa.

Baca juga: Tekan Stunting di Woyla Barat, Aceh Barat Salurkan 150 Paket Pangan Bergizi

Plt Keuchik dan juga merangkap Sekdes Matangglumpang Dua, Edi Saputra mengatakan, rembuk stunting dibuka ketua tuha peut, Drs Faizin MPd dihadiri kepala Puskesmas Peusangan, Camat Peusangan, Kapolsek, Danramil dan puluhan warga.

Rembuk stunting diawali pendataan, mengumpulkan berbagai informasi dan rutinitas setiap tahun. 

Rembuk stunting antara lain, pertemuan merumuskan program pencegahan stunting, kegiatan Posyandu, kunjungan lapangan, pemeriksaan kesehatan, pemberian bu gateng, pemberian
makanan bergizi dan lainnya, pembagian obat-obatan dan lainnya. 

Dengan rembuk stunting diharapkan lahir program dari desa, kemudian dirumuskan tingkat kecamatan sampai kabupaten secara terintegrasi dan perencanaan kesinambungan.  

Dalam pertemuan tersebut juga ada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ibu hamil maupun balita, makanan gizi gratis dilakukan Yayasan Izzatul Ummah Muhammad Thaib, Peusangan. 

Hj  Asniah SPd MPd dari yayasan tersebut  mengatakan, pihaknya Makanan Bergizi membantu makanan bergizi gratis bukan saja untuk sekolah, tapi juga untuk masyarakat. 

Bagi masyarakat diberikan untuk mencegah stunting, pemberian makanan berlangsung di kantor
keuchik. 

“Selain mengelola untuk delapan sekolah dan dua pesantren juga bagi masyarakat kurang mampu di desa, balita, ibu hamil dan ibu menyusui,” ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved