Jumat, 24 April 2026

Wisata Pidie

Heri Ahmadi, Destinasi Wisata harus Berlebel Syariat Islam

Heri Ahmadi anggota DPRA dari PKB Dapil II mengatakan destinasi wisata Aceh termasuk Pidie dan Pidie Jaya harus sesuai dengan tuntunan Syariat Islam.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: IKL
SERAMBINEWS.COM/HO
Heri Ahmadi, Anggota DPR Aceh dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil II (Pidie dan Pidie Jaya). 

SERAMBINEWS.COM, PIDIE - SAAT ini, objek wisata menjadi incaran yang terus diburu masyarakat, untuk bersantai bersama keluarga tercinta. Tidak heran, objek wisata yang dikelola maupun tidak dikelola kerap dipenuhi pengunjung.

Bahkan, pada hari tertentu jumlah warga tumpah ruah di objek wisata.

Aceh yang dibingkai dengan Syariat Islam, tentunya harus membangun objek wisata halal, guna menghindari perbuatan maksiat.

Celah-celah perbuatan maksiat harus mampu ditutupi oleh pengelola objek wisata.

Heri Ahmadi anggota DPRA dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil II (Pidie dan Pidie Jaya) mengatakan, destinasi wisata Aceh, termasuk Pidie dan Pidie Jaya harus
sesuai dengan tuntunan Syariat Islam.

Untuk itu, objek wisata harus memenuhi beberapa aspek.

Antara lain, adanya sarana ibadah yang nyaman bagi warga untuk shalat dan tersedianya air bersih.

Suasana juga harus religi dengan lingkungan yang tenang dan damai di objek wisata, yang lokasinya mencerminkan nilai-nilai islami.

Selain itu, wahana pemandian harus bernuansa islami.

Juga tidak adanya warung remang-remang, yang berpotensi terjadi perbuatan maksiat.

Menurutnya, pengelola objek wisata harus membuat kajian Alquran, zikir dan aktifitas keagamaan lainnya.

Tak hanya itu, bangunan yang dibangun di lokasi objek wisata harus mencerminkan nilai Islam, sekaligus arsitekturnya unik.

“Pengelola objek wisata harus ramah dan santun menyambut wisatawan,” kata politikus PKB ini.

Ia menambahkan, di lokasi objek wisata dipasang baliho bertulisan Asmaul Husna, sifat 20 hingga narasi yang mengandung nilai edukasi.

Dengan demikian, wisata bersyariat akan bergema di objek wisata. Budaya syaraiat harus dihidupkan di lokasi wisata, sebagai upaya menjaga nilai-nilai Syariat Islam.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved