Banjir Landa Aceh
Banjir di Aceh, Haul Abon Aziz Samalanga dan Anugerah Halal MPU Ditunda
Dua kegiatan besar keagamaan di Aceh yang ditunda karena banjir adalah, Haul Ke-38 Abon Aziz di Samalanga dan Anugerah Halal MPU Aceh.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Kamis (27/11/2025), cuaca ekstrem dan banjir besar di Aceh menyebabkan penundaan 2 agenda keagamaan penting.
- Haul ke-38 Abon Aziz yang semestinya digelar Ahad, 30 November 2025 di Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga, Bireuen, ditunda karena banjir.
- Acara yang bertema “Menuju Aceh Maju dan Bermartabat”, semestinya berlangsung Sabtu, 29 November 2025 malam, ditunda oleh MPU Aceh.
- Penundaan dilakukan sebagai bentuk empati atas musibah banjir yang melanda sebagian besar Aceh.
Laporan Wartawan Serambinews Agus Ramadhan | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Cuaca ekstrem yang disertai banjir besar di sebagian wilayah Aceh, berdampak pada terhentinya sejumlah kegiatan masyarakat.
Terkini, dua agenda besar keagamaan di Aceh juga dilaporkan ditunda karena ekses banjir dan empati terhadap kondisi.
Informasi diperoleh Serambinews.com Kamis (27/11/2025), dua kegiatan besar keagamaan di Aceh yang ditunda karena banjir adalah, Haul Ke-38 Abon Aziz di Samalanga dan Anugerah Halal MPU Aceh.
Haul Abon Aziz
Informasi penundaan Haul Ke-38 Abon Aziz diperoleh Serambinews.com dari sebuah flyer berisi “Informasi Penting” yang diterbitkan oleh Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga, berbunyi:
“Sehubungan dengan musibah banjir di Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga dan sekitarnya, pelaksanaan Haul Abon ke-38 yang semestinya digelar pada Ahad, 30 November 2025, ditunda hingga waktu yang akan ditentukan kemudian. Semoga Allah memberikan keselamatan dan kemudahan untuk kita semua.”
Di bagian bawah flyer tersebut tertulis: “Adapun doa bersama dalam rangka memperingati Haul Abon tetap dilaksanakan di tempat masing-masing.”
Catatan Serambinews.com, Abon Aziz Samalanga atau Tgk. H. Abdul Aziz adalah salah satu ulama kharismatik Aceh yang meninggalkan jejak besar dalam sejarah pendidikan dayah.
Lahir di Kandang Samalanga pada tahun 1930, beliau tumbuh dalam keluarga ulama dan sejak kecil telah ditempa dengan ilmu agama.
Perjalanan intelektualnya membawa ke berbagai dayah, hingga akhirnya berguru langsung kepada Teungku Syeikh Muhammad Wali Al Khalidi di Labuhan Haji Aceh Selatan.
Di sana, Tgk Abdul Aziz mendalami ilmu mantik, ushul fiqh, bayan, dan ma'ani, serta mendapat gelar Al-Mantiki karena kecemerlangannya dalam ilmu logika.
Sepulangnya ke Samalanga pada tahun 1958, Abon Aziz menikah dengan Hj. Fatimah binti Hanafiah dan dipercaya memimpin Dayah Mahadal Ulum Diniyah Islamiyah Mesjid Raya (Mudi Mesra) setelah berpulangnya Tgk. H. Hanafiah.
Sejak saat itu, Abon Aziz mencurahkan hidupnya untuk membangun kaderisasi ulama Aceh.
Dengan disiplin ketat, ia menekankan tradisi “beut seumeubeut” agar santri benar-benar matang dalam ilmu agama.
Usaha kaderisasi dayah yang dilakukan oleh Tgk H Abdul Aziz Samalanga ini telah berhasil menempatkan beberapa alumninya, tidak hanya sebagai ulama, tetapi juga menjadi birokrat dan teknokrat di Aceh.
Haul Abon Samalanga
Haul Abon Aziz Samalanga
Anugerah Halal MPU
MPU Aceh
Anugerah Halal
Banjir Landa Aceh
banjir di aceh
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Hibah dana TKD untuk daerah bencana di Aceh |
|
|---|
| TNI Bangun Jembatan Aramco di Delima |
|
|---|
| Data Pascabencana 100 Persen Sinkron Aceh Tengah Masuk Tahap Lanjutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Banjir-di-Aceh-Haul-Abon-Aziz-Samalanga-dan-Anugerah-Halal-MPU-Ditunda.jpg)