Berita Banda Aceh
Webinar 16 HAKTP 2025 Soroti Ancaman Kekerasan Digital Bagi Perempuan
Webinar 16 HAKTP 2025 menyoroti ancaman kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang semakin marak.
Namun, risiko KBGO meningkat pesat hingga ke tingkat komunitas.
“Kolaborasi semua pihak sangat penting untuk memastikan ruang digital yang aman, terutama bagi perempuan,” tegasnya.
Keamanan Digital sebagai Hak Asasi
Riswati, Direktur Eksekutif Flower Aceh menegaskan, bahwa keamanan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan fundamental.
“Keamanan digital adalah hak asasi manusia. Negara punya tanggung jawab besar untuk memastikan ruang digital yang aman, bukan hanya bagi perempuan, tetapi juga anak-anak dan kelompok marjinal. Tanpa ruang digital yang aman, partisipasi mereka akan terus terhambat,” jelasnya.
Moderator kegiatan, Niswah, mahasiswi FISIP USK menutup diskusi dengan ajakan untuk:
- Memperkuat literasi dan kesadaran keamanan digital
- Menghapus budaya menyalahkan korban
- Memperkuat tanggung jawab platform digital
- Mendorong negara hadir dengan regulasi dan perlindungan efektif
Sementara itu, Gebrina Rezeki, Koordinator Bidang Acara Kampanye 16 HAKTP menyampaikan, bahwa sepanjang periode 25 November hingga 10 Desember 2025, akan digelar berbagai kegiatan, kampanye, dan aksi kolektif oleh gerakan perempuan di Aceh, termasuk Flower Aceh dan Balai Syura.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Webinar-hari-anti-kekerasan-perempuan.jpg)