Banjir Landa Aceh
Efek Banjir, Harga Cabai Rawit di Abdya Tembus Rp 120 Ribu Per Kg, Segini Harga Bahan Pokok lainnya
Efek Banjir, Harga Cabai Rawit di Aceh Barat Daya Abdya Tembus Rp 120 Ribu Per Kg, Segini Harga Bahan Pokok lainnya
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bencana banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh tidak hanya berdampak pada kerusakan infrastruktur bangunan dan kelistrikan, namun juga berefek pada tingginya harga bahan pokok.
Tiga hari terakhir ini, harga cabai rawit di Pasar Tradisional Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami kenaikan cukup signifikan.
Menurut Khalis, salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Blangpidie, harga cabai rawit tembus Rp 120 ribu per kilogram (Kg), naik dari sebelumnya Rp 35 ribu.
Selain itu, katanya, harga cabai merah juga melambung tinggi, dari sebelumnya Rp 65 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 95 ribu.
Baca juga: Listrik Padam, Warga Abdya Angkut Air Sungai untuk Keperluan di Rumah
"Naiknya harga cabai merah, cabai rawit dan barang lainnya sudah berlangsung selama tiga hari, semenjak banjir melanda sejumlah daerah di Aceh dan Sumut, sehingga pengiriman tertunda," kata Khalis, Jumat (28/11/2025).
Sementara bawang merah, sebut Khalis, juga mengalami kenaikan harga, dari sebelumnya Rp 25 ribu per kg, menjadi Rp Rp 30 ribu.
Sedangkan bawang putih, hingga saat inu masih stabil di harga Rp 40 ribu per kg.
"Harga tomat juga naik, dari sebelumnya Rp 7.000 - Rp 8.000 per kg, sekarang menjadi Rp 12 ribu," ucapnya.
Baca juga: Akses Jalan Nasional Putus Total, Perjalanan Darat dari Banda Aceh hanya Bisa Sampai Bireuen
Baca juga: Diterjang Banjir, Gempa, PDAM Mati hingga Listrik Padam, Tagar PrayForAceh Bergema di Media Sosial
Harga kedepan belum tahu
Namun demikian, sebutnya, hingga kini harga telur masih bertahan di di harga Rp 60 ribu per papan, gula pasir stabil diharga Rp 18 per kg. Begitu juga minyak goreng curah Rp 34 ribu per bambu.
"Minyak goreng kemasan juga masih stabil, seperti Minyak Kita Rp 17 ribu per liter, Sunco dan Bimoli Rp 22 ribu per liter.
Untuk kedepannya, kita belum bisa pastikan apakah harga ini akan bertahan atau mengalami kenaikan," pungkas Khalis. (*)
Baca juga: Bupati Safaruddin Imbau Jajaran dan Masyarakat Abdya Siaga Bencana
Baca juga: Update Banjir Aceh di 17 Kabupaten/Kota, 239 Kecamatan Terdampak, Sebagian Besar Air Belum Surut
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tumpukan-cabai-rawit-di-Pasar-Tradisional-Blanpidie-Kabupaten-Aceh-Barat-Daya_.jpg)