Selasa, 28 April 2026

Banjir Landa Aceh

Aceh Dilanda Bencana, TRK Sarankan Musda Golkar Aceh Ditunda, Fokus Dulu Bantu Warga

Seruan ini disampaikan Wakil Ketua Pemenangan Pemilu/Ketua Bappilu Partai Golkar Aceh, Teuku Raja Keumangan (TRK), Jumat (28/11/2025).

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
TRK - Pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) ke-12 Partai Golkar Aceh yang dijadwalkan di Hotel Hermes Palace, Minggu (30/11/2025), agar ditunda dulu. Hal ini mengingat Aceh sedang berduka karena dilanda banjir besar di berbagai kabupaten/kota. Seruan ini disampaikan Wakil Ketua Pemenangan Pemilu/Ketua Bappilu Partai Golkar Aceh, Teuku Raja Keumangan (TRK), Jumat (28/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Golkar Aceh, Teuku Raja Keumangan (TRK), menyerukan penundaan Musda ke-12 Golkar Aceh yang dijadwalkan 30 November 2025 karena Aceh sedang dilanda banjir besar.
  • TRK menilai pelaksanaan musda disaat ribuan warga terdampak banjir tidak bijak dan tidak sensitif. 
  • Golkar diminta berada di garda terdepan membantu korban banjir, sementara DPP diharapkan memberi arahan untuk menunda musda demi menjaga marwah partai dan menunjukkan solidaritas sosial.
 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) ke-12 Partai Golkar Aceh yang dijadwalkan di Hotel Hermes Palace, Minggu (30/11/2025), agar ditunda dulu. 

Hal ini mengingat Aceh sedang berduka karena dilanda banjir besar di berbagai kabupaten/kota.

Seruan ini disampaikan Wakil Ketua Pemenangan Pemilu/Ketua Bappilu Partai Golkar Aceh, Teuku Raja Keumangan (TRK), Jumat (28/11/2025).

"Seharusnya musda tersebut tidak pantas dipaksakan dilaksanakan saat Aceh dalam situasi darurat bencana," kata TRK yang juga Bupati Nagan Raya ini dalam keterangannya tertulis.

TRK menuturkan bahwa keputusan politik yang diambil pada situasi darurat tidak hanya menyangkut soal mekanisme organisasi, melainkan juga menyentuh sisi moral, empati, dan kepekaan terhadap penderitaan masyarakat.

“Saya menilai sangat tidak bijak bila Musda Golkar Aceh tetap dipaksakan berlangsung pada 30 November.

Saat ini ribuan keluarga kita sedang dievakuasi, rumah-rumah terendam, akses terputus, dan masyarakat mengalami kesusahan," ujarnya. 

Baca juga: Kemenhub Berupaya Pulihkan Layanan Transportasi Terdampak Bencana di Aceh

"Di tengah kondisi seperti ini, terlalu tidak sensitif bila kita tetap memaksakan agenda politik internal,” tambah TRK dengan nada prihatin.

Menurutnya, Partai Golkar sebagai salah satu partai besar di Aceh harus menunjukkan kedewasaan politik.

Bukan hanya mengejar jadwal organisasi, tetapi memastikan setiap langkah partai berada selaras dengan kebutuhan rakyat yang sedang terdampak bencana.

“Kita harus mengedepankan empati terhadap kondisi Aceh yang sedang diterpa banjir.

Jangan sampai langkah politik ini menimbulkan kesan seolah kita abai dan kehilangan kepekaan moral terhadap penderitaan masyarakat,” jelas kader senior Golkar Aceh ini. 

Ia menegaskan bahwa kondisi banjir besar yang melanda Aceh saat ini membutuhkan solidaritas kolektif, bukan hiruk-pikuk dinamika perebutan kursi ketua partai.

Baca juga: Akses Utama Aceh Lumpuh Total, Jembatan Kutablang Putus Diterjang Banjir, Baru 7 Tahun Dibangun

“Aceh sedang darurat. Ini bukan waktu yang tepat untuk bermusda. Ini waktu untuk hadir di lapangan, membantu masyarakat, mengerahkan tenaga, pikiran, dan sumber daya kita bagi korban banjir.

Golkar Aceh harus berada di garda terdepan, bukan malah sibuk dengan agenda internal,” tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved