Banjir Landa Aceh
Harga Cabai Merah di Lhokseumawe Rp200 Ribu Per Kilo, Telur Rp80 Ribu Per Papan
Para ibu mengeluh dengan harga bahan pokok naik begitu drastis di Pasar Lhokseumawe. Bagaimana tidak, di tengah kondisi saat ini...
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Harga bahan pokok di Pasar Lhokseumawe melonjak drastis akibat banjir yang memutus jalur pasokan dari Takengon, Bireuen, Pidie, hingga Medan.
- Cabai merah tembus Rp200 ribu per kilogram meski kualitasnya layu, sementara telur naik hingga Rp80 ribu per papan karena stok sulit masuk.
- Kondisi pasar juga sepi pedagang setelah area tersebut terendam banjir, meski air kini mulai surut dan menyisakan lumpur.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Para ibu mengeluh dengan harga bahan pokok naik begitu drastis di Pasar Lhokseumawe.
Bagaimana tidak, di tengah kondisi saat ini sedang dilanda banjir, semua kebutuhan pokok ludes laku dan stok habis.
Baru-baru ini, Jumat (28/11/2025) seorang warga Lhokseumawe, Niza (42), pergi belanja ke pasar Inpres, yang berada di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.
Ia mengatakan, kaget ketika mengetahui harga cabai merah meledak yaitu Rp 200 ribu perkilogram dijual pedagang.
Padahal barang juga langka, dimanapun tidak ada yang jual cabai merah, hanya ada ditempat tertentu.
"Cabainya pun bukan cabai segar, sudah layu, namun harganya melambung tinggi mencapai Rp 200 ribu sekilo," kata Niza.
Ditanya kenapa harga tinggi sekali, karena penyebabnya lagi kondisi banjir yang melanda kota Lhokseumawe.
"Harga cabai merah mahal Itu pun sudah terlihat tidak segar lagi. Banyak yang sudah mulai busuk,” ulang Niza, Desa Meunasah Masjid.
Memang kondisi pasar Inpres masih terlihat sepi penjual, setelah banjir kawasan itu mencapai atas lutut orang dewasa.
“Pun demikian, kondisi air sudah mulai surut. Hanya tinggal bekas lumpur dan becek,” tambahnya.
Kenapa harga cabai bisa meledak seperti itu, karena daerah pemasok seperti wilayah Kabupaten tetangga, Takengon, Bireuen dan Pidie tidak bisa dilalui pasca hujan deras yang menyebabkan jembatan patah, jalan longsor.
Baca juga: Rumah Warga Lhokseumawe Rusak Tertimpa Longsor, Polisi Evakuasi Lansia
Tak hanya itu, pantauan di Pasar Kota Lhokseumawe, harga telur ayam australi juga cukup mengejutkan.
Ketika ditanya ke pembeli, kenapa harga bisa mahal, karena susah dipasok dalam kondisi banjir.
Karena pasokan dari Medan, sudah seminggu terhenti akibat banjir dari Aceh Tamiang, Langsa.
Sehingga harganya, mencapai Rp 80 ribu perpapan. Biasanya harga telor per papan berkisar antara 50 sampai 55 ribu perpapan.
Begitu juga dengan harga cabai merah sebelum banjir harganya sekitar 50-60 ribu perkilogram.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Cabai-merah-dijual-di-pasar-Lhokseumawe.jpg)