Kamis, 30 April 2026

MENYAPA NUSANTARA

Dari Desa, Daya itu Bertumbuh

Desa Berdaya diperkenalkan sebagai Program Unggulan Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Gubernur Lalu Muhammad Iqbal.

Tayang:
Editor: IKL
Antara
Ilustrasi. Foto udara suasana Desa Baodesa, Kecamatan Batulante, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (31/1/24). (ANTARA/Khaerul Arham) 

Bantuan finansial perlu terhubung dengan penguatan kelembagaan desa, BUMDes, koperasi, dan jaringan pasar agar dampaknya tidak berhenti saat pendampingan usai.

Di sisi lain, Desa Berdaya memiliki peluang besar untuk menjadi laboratorium kebijakan nasional.

Dengan desain berbasis data, outcome, dan replikasi, program ini dapat memperkaya praktik pengentasan kemiskinan di Indonesia. Terutama dalam konteks pencapaian target nol kemiskinan ekstrem dan agenda pembangunan berkelanjutan.

Ukuran keberhasilan Desa Berdaya bukan semata pada penurunan angka statistik, tetapi pada perubahan nyata di tingkat rumah tangga. Ketika warga desa tak lagi bergantung pada bantuan, ketika mata pencaharian tumbuh, dan ketika desa memiliki kepercayaan diri mengelola masa depannya sendiri.

Desa Berdaya mengajarkan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari kota atau pusat kekuasaan. Justru dari desa, dari ruang-ruang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.

Jika konsistensi dijaga, kolaborasi dirawat, dan keberpihakan pada kelompok paling rentan tetap menjadi kompas, maka daya ubah desa bukan sekadar janji kebijakan, melainkan jalan nyata menuju kesejahteraan yang lebih adil dan berkelanjutan. (ant)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved