Gelombang Protes Gen Z Bikin Iran Lumpuh: 21 Provinsi Shutdown
Iran dilaporkan mengalami kelumpuhan nasional setelah gelombang demonstrasi besar yang dipimpin Generasi Z meluas ke berbagai wilayah.
SERAMBINEWS.COM - Iran dilaporkan mengalami kelumpuhan nasional setelah gelombang demonstrasi besar yang dipimpin Generasi Z meluas ke berbagai wilayah.
Sedikitnya 21 dari 31 provinsi mengalami shutdown, ditandai dengan penutupan kantor pemerintahan, universitas, pasar, dan aktivitas bisnis pada Rabu (waktu setempat).
Di banyak kota besar, jalan utama dijaga ketat aparat keamanan, dengan pembatasan pergerakan warga untuk mencegah berkumpulnya massa.
Di Teheran, aktivitas pasar tradisional dan pusat perbelanjaan berhenti total setelah pedagang menutup tokonya.
Kondisi serupa juga terjadi di Shiraz, Isfahan, Kermanshah, dan Lorestan, di tengah meningkatnya ketegangan antara demonstran dan aparat keamanan.
Pemerintah menyatakan penutupan ini sebagai langkah pengamanan untuk menjaga stabilitas dan mencegah meluasnya kerusuhan.
Namun, di lapangan, shutdown juga mencerminkan tekanan besar terhadap sistem administrasi negara yang kesulitan beroperasi di tengah gelombang protes.
Sumber keamanan menyebut aparat dikerahkan secara masif di titik-titik vital, termasuk kompleks pemerintahan, fasilitas energi, dan jalur transportasi utama.
Beberapa wilayah mengalami gangguan layanan, termasuk pembatasan jam operasional transportasi umum dan pengawasan ketat terhadap arus keluar-masuk kota.
Baca juga: Apakah Gaji PNS Jadi Naik Januari 2026 Ini? Menkeu Purbaya Beri Jawaban, Simak Penjelasan Terbarunya
Gen Z Tuntut Rezim Mundur
Adapun aksi shutdown diberlakukan setelah mahasiswa dan kaum muda generasi Z turun ke jalan menuntut perubahan di tengah krisis ekonomi yang kian memburuk.
Aksi protes awalnya muncul di pusat-pusat perdagangan, termasuk pasar ponsel di Teheran, ketika para pedagang mengeluhkan lemahnya transaksi akibat harga impor yang melambung dan menurunnya minat beli masyarakat.
Namun situasi makin parah setelah memperoleh tekanan ekonomi jangka panjang akibat sanksi internasional yang kembali diberlakukan sejak 2018, menyusul penarikan Amerika Serikat dari perjanjian nuklir Iran.
Sanksi tersebut membatasi akses Iran ke pasar global, melemahkan sektor energi dan perbankan, serta berdampak langsung pada stabilitas ekonomi domestik.
Dalam beberapa bulan terakhir, tekanan ini semakin terasa ketika inflasi melonjak dan biaya hidup naik tajam, sementara pendapatan masyarakat tidak mengalami peningkatan signifikan.
Situasi tersebut lantas memicu ketidakpuasan yang merembet ke kampus-kampus.
| VIDEO Rusia Disebut Tawarkan Ribuan Drone Serat Optik ke Iran Untuk Serang AS |
|
|---|
| Mualem Bahas Persoalan Aceh dengan Ulama Dari Isu Ekonomi hingga JKA |
|
|---|
| Cuaca Hari Ini di Meulaboh, Waspadai Potensi Petir dan Angin Kencang |
|
|---|
| 4 Kali Banjir Terjang 18 Desa |
|
|---|
| Komisi I DPRA Temui Bupati TRK Soal Batas Wilayah Nagan Raya-Aceh Barat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Demo-Gen-Z-bikin-Iran-lumpuh.jpg)