Berita Internasional
Garang! Presiden Kolombia Tegaskan Siap Perang Lawan AS Jika Diserang
Presiden Kolombia, Gustavo Petro siap kembali mengangkat senjata demi mempertahankan kedaulatan negaranya usai ancaman keras dari Trump.
Ringkasan Berita:
- Presiden Kolombia Gustavo Petro menegaskan siap kembali mengangkat senjata demi mempertahankan kedaulatan negaranya setelah ancaman keras dari Presiden AS Donald Trump.
- Ancaman itu muncul usai operasi militer AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, dengan Trump menyebut Petro sebagai “orang sakit” dan membuka kemungkinan serangan ke Kolombia.
- Sebagai respons, Petro menghentikan seluruh pembelian senjata dari AS dan menegaskan Kolombia tidak akan tunduk pada tekanan Washington.
“Saya bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi, tetapi demi Tanah Air, saya akan mengangkat senjata lagi,” tulis Petro.
SERAMBINEWS.COM, BOGOTA – Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Kolombia memasuki fase paling tegang dalam beberapa dekade terakhir.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro bahkan menyatakan, siap kembali mengangkat senjata demi mempertahankan Tanah Air setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman keras terhadap dirinya dan pemerintahannya.
Melalui unggahan di media sosial X pada Senin (5/1/2026), Petro menegaskan, bahwa meski ia pernah bersumpah tidak akan menyentuh senjata lagi, ancaman terhadap kedaulatan Kolombia membuatnya siap melanggar sumpah tersebut.
“Saya bersumpah untuk tidak menyentuh senjata lagi, tetapi demi Tanah Air, saya akan mengangkat senjata lagi,” tulis Petro.
Pernyataan ini mengguncang publik karena Petro dikenal sebagai mantan gerilyawan yang kemudian bertransformasi menjadi politisi progresif.
Ia adalah presiden pertama Kolombia dari kalangan sayap kiri, dan sejak awal masa jabatannya kerap menjadi sasaran kritik serta ancaman dari Trump.
Baca juga: AS Serang Venezuela & Tangkap Presiden: Trump Kuasai Minyak, Apakah Legal di Hukum Internasional?
Ancaman Trump
Ancaman terbaru Trump muncul setelah operasi militer Amerika Serikat berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dalam sebuah serangan mendadak pada Sabtu (3/1/2026) lalu.
Dalam pernyataannya di pesawat kepresidenan Air Force One, Trump menyebut Petro sebagai “orang sakit” yang menurutnya terlibat dalam produksi dan perdagangan kokain ke Amerika Serikat.
“Dia (Petro) tidak akan bertahan lama. Biar saya beri tahu,” ujar Trump.
Ketika ditanya apakah operasi militer serupa bisa dilakukan terhadap Kolombia, Trump menjawab singkat: “Kedengarannya bagus bagi saya.”
Komentar ini memicu kemarahan di Bogotá.
Pemerintahan Petro segera mengumumkan penghentian seluruh pembelian senjata dari Amerika Serikat, sebagai bentuk penolakan terhadap tekanan Washington.
Baca juga: Usai Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Donald Trump Bidik Pemimpin Kolombia Gustavo Petro
Operasi Militer AS di Venezuela
Operasi penangkapan Maduro, yang diberi nama “Absolute Resolve”, berlangsung dramatis. Ledakan terdengar di Caracas sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat, disusul serangan udara yang melibatkan lebih dari 150 pesawat militer.
Presiden Kolombia
Presiden Kolombia Gustavo Petro
Presiden AS Donald Trump
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Drone Ditembak Jatuh, Iran Balas Gempur Pangkalan Militer AS di Kawasan Teluk |
|
|---|
| AS Makin 'Mesra' dengan Israel! Upaya Demokrat Gagalkan Kerja Sama Militer Gagal Total |
|
|---|
| Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata, Berlaku Jika Hizbullah Hentikan Serangan ke Wilayah Israel |
|
|---|
| AS Tampar Rencana Inggris, Misi Buka Selat Hormuz Dinilai Tak Masuk Akal di Tengah Ketegangan Iran |
|
|---|
| Trump Ngamuk ke Netanyahu? Telepon Panas Ungkap Ketegangan AS-Israel Saat Perundingan Damai Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Kolombia-Gustavo-Petro-mengusir-diplomat-diplomat-Israel.jpg)