Kamis, 11 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Update BNPB: 1.189 Korban Tewas Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Selain itu, 33 korban lainnya masih dalam proses identifikasi, sementara 141 orang dilaporkan hilang.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO/Foto: Kiriman masyarakat
Kondisi Desa Umah Tareng, Kecamatan Serbajadi, tumpukan kayu yang dibawa banjir bandang merusak permukiman warga, hingga saat ini masyarakat masih menunggu Huntara, Jum'at (2/1/2026). 
Ringkasan Berita:

 

SERAMBINEWS.COM – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menelan korban jiwa sebanyak 1.189 orang, berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (12/1/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan rincian korban meninggal dunia: 550 jiwa di Aceh, 375 jiwa di Sumatera Utara, dan 231 jiwa di Sumatera Barat.

Selain itu, 33 korban lainnya masih dalam proses identifikasi, sementara 141 orang dilaporkan hilang.

Bencana ini juga memaksa 195.542 orang mengungsi, dengan Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi, mencapai 67.876 jiwa.

Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah telah menetapkan status darurat di berbagai daerah terdampak.

“Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan di enam daerah di Provinsi Aceh, serta transisi darurat di puluhan kabupaten/kota lainnya di ketiga provinsi terdampak,” jelas Abdul Muhari.

Baca juga: Warga Krueng Seumayam Nagan Raya Ditemukan Tinggal Tulang, Diduga Dimangsa Harimau

BNPB juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan 270 unit jembatan Bailey, dengan rincian 137 unit di Aceh, 27 unit di Sumatera Utara, dan 106 unit di Sumatera Barat

Hingga kini, 20 unit telah terpasang dan 10 unit sedang dalam proses pemasangan.

Selain itu, pemerintah telah mengirim 117 unit jembatan Aramco khusus untuk Aceh guna mempercepat pemulihan akses wilayah terisolasi.

Beberapa jembatan yang sudah dapat dilalui kendaraan di antaranya Jembatan Bailey Jamur Ujung di ruas Bireuen-Takengon.

Sementara itu, perakitan Jembatan Krueng Pelang di Aceh Tengah telah mencapai 80 persen, disertai kegiatan normalisasi sungai dan pembersihan fasilitas publik yang dilakukan TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat terdampak dan memulihkan akses di wilayah-wilayah yang sempat terisolasi akibat banjir dan longsor.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved