Kamis, 30 April 2026

Konflik Palestina vs Israel

Netanyahu Perintahkan Buldoser Gempur Gedung UNRWA di Yerusalem Timur

Tidak hanya itu, pada hari yang sama pasukan Israel juga menembakkan gas air mata ke sebuah sekolah kejuruan Palestina yang dikelola UNRWA.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Faisal Zamzami
Facebook Perdana Menteri Israel
NETANYAHU BERPIDATO - Foto ini diambil dari Facebook memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dalam konferensi pers pada hari Minggu (10/8/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Israel kembali menuai kecaman internasional setelah pasukannya mulai menghancurkan bangunan-bangunan milik Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur yang diduduki.
  • Pembongkaran dilakukan menggunakan buldoser, menandai eskalasi baru dalam kebijakan keras pemerintah Israel terhadap organisasi kemanusiaan yang beroperasi di wilayah Palestina.
  • Pasukan Israel telah menyita peralatan staf, memaksa para pekerja keluar, serta meratakan gedung-gedung di kompleks markas besar UNRWA 

 

SERAMBINEWS.COM - Israel kembali menuai kecaman internasional setelah pasukannya mulai menghancurkan bangunan-bangunan milik Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur yang diduduki.

Pembongkaran dilakukan menggunakan buldoser, menandai eskalasi baru dalam kebijakan keras pemerintah Israel terhadap organisasi kemanusiaan yang beroperasi di wilayah Palestina.

Dalam pernyataan resmi UNRWA mengungkapkan pasukan Israel telah menyita peralatan staf, memaksa para pekerja keluar, serta meratakan gedung-gedung di kompleks markas besar UNRWA yang terletak di kawasan Sheikh Jarrah.

Badan PBB itu menilai tindakan tersebut sebagai serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini bukan sekadar serangan terhadap UNRWA dan kantor-kantornya, tetapi pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta hak istimewa dan kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” tegas UNRWA, mengutip dari Al Jazeera.

Tidak hanya itu, pada hari yang sama pasukan Israel juga menembakkan gas air mata ke sebuah sekolah kejuruan Palestina yang dikelola UNRWA.

Baca juga: Israel Tolak Susunan Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump

Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, menyatakan sejumlah anggota parlemen Israel dan pejabat pemerintah turut hadir di lokasi. 

Ia menilai serangan ini sebagai bagian dari langkah sistematis Israel untuk menghapus identitas pengungsi Palestina.

Insiden tersebut menjadi serangan kedua terhadap fasilitas PBB di Yerusalem Timur dalam satu hari, memperkuat kekhawatiran akan semakin menyempitnya ruang gerak lembaga internasional di wilayah pendudukan.

Israel Buka Suara

Terpisah, pemerintah Israel mengklaim pembongkaran markas besar Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur sebagai langkah hukum yang sah.

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan tindakan tersebut merupakan tindak lanjut dari undang-undang baru yang disahkan parlemen Israel, yang secara eksplisit melarang UNRWA beroperasi di wilayah Israel.

Dalam pernyataannya, pemerintah Israel justru menuduh UNRWA memiliki kecenderungan pro-Palestina serta menjalin hubungan dengan kelompok Hamas.

Sikap keras pemerintah Israel semakin terlihat melalui pernyataan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved