Senin, 11 Mei 2026

Iran Vs Amerika

Ketegangan Memuncak, Trump Kerahkan Armada Laut AS Mengarah ke Iran

Sebuah kapal induk Amerika dan aset militer lainnya akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.

Tayang:
Editor: Amirullah
US Navy
KAPAL INDUK AS - Foto yang dirilis situs resmi Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy) memperlihatkan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) melakukan latihan putaran kecepatan tinggi di Samudra Atlantik selama uji coba laut di Samudra Atlantik, pada 11 Mei 2017. Kelompok serang kapal induk dan aset lainnya akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang. 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi pengerahan armada besar Angkatan Laut AS menuju kawasan Teluk, dengan Iran menjadi fokus utama pengawasan militer Washington.

Sejumlah pejabat AS menyebutkan, kelompok serang kapal induk beserta aset militer pendukung lainnya dijadwalkan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Langkah ini menandai peningkatan kesiapsiagaan militer AS di kawasan yang kembali diliputi ketegangan.

Pengumuman tersebut disampaikan Trump tak lama setelah ia sempat melunakkan sikap terhadap Iran pekan lalu.

Saat itu, Trump mengklaim menerima jaminan dari Teheran bahwa tidak akan ada eksekusi terhadap para demonstran yang terlibat dalam gelombang protes di negara tersebut.

Konfirmasi Trump tentang berlanjutnya persiapan militer di kawasan itu menyusul laporan media AS dalam seminggu terakhir bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln dan kelompok kapal serangnya diperintahkan untuk mengalihkan manuver di Laut China Selatan ke Timur Tengah.

AS terakhir kali memerintahkan pengerahan militer besar-besaran di Timur Tengah menjelang serangannya pada Juni 2025, dan para pejabat kemudian mengatakan tentang bagaimana mereka merahasiakan niat mereka untuk menyerang program nuklir Teheran pada saat itu.

“Kami sedang mengawasi Iran,” kata Trump kepada wartawan di pesawat Air Force One pada Kamis (22/1/2026) saat ia terbang kembali dari Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dilansir Al Jazeera.

“Kita mengerahkan pasukan besar menuju Iran."

“Saya lebih suka tidak terjadi apa pun, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat."

“Dan mungkin kita tidak perlu menggunakannya, kita memiliki banyak kapal yang menuju ke arah itu, untuk berjaga-jaga, kita memiliki armada besar yang menuju ke arah itu, dan kita akan lihat apa yang terjadi,” papar Trump.

Baca juga: Jual Obat Tradisional Ilegal, BBPOM Aceh Serahkan Seorang Tersangka & Barang Bukti ke JPU Aceh Barat

Trump Sempat Ancam Iran

Berbicara pada hari Kamis, Trump menegaskan kembali bahwa ancaman sebelumnya untuk menggunakan kekerasan terhadap Teheran, telah menghentikan pihak berwenang di Iran dari mengeksekusi lebih dari 800 demonstran.

Trump sekali lagi mengatakan bahwa dia terbuka untuk berbicara dengan para pemimpin negara tersebut.

Sementara itu, para pejabat Iran membantah rencana untuk mengeksekusi orang-orang yang telah ikut serta dalam protes anti-pemerintah yang meluas yang dimulai pada akhir Desember 2025 dan yang menurut media pemerintah Iran telah menewaskan 3.117 orang, termasuk 2.427 warga sipil dan anggota pasukan keamanan.

Berbicara kepada stasiun televisi AS CNBC, Trump mengatakan dia berharap tidak akan ada tindakan militer AS lebih lanjut terhadap Iran, tetapi juga mengatakan AS akan bertindak jika Teheran melanjutkan program nuklirnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved