Senin, 11 Mei 2026

Berita Internasional

Iran-Amerika Memanas, Cina Kirim Kapal ke Timteng, Begini Analisa Intelijen

Kapal riset China Da Yang Yi Hao terpantau beroperasi di Laut Arab sejak Desember 2025, bertepatan dengan pengerahan kapal induk AS ke TimTeng.

Tayang:
Editor: Saifullah
serambi on tv
KAPAL CINA - Ilustrasi kapal perang Cina muncul dekat Laut Merah di tengah konflik Timur Tengah (TimTeng). Kapal riset Cina beroperasi di Laut Arab di tengah memuncaknya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Kapal riset China Da Yang Yi Hao terpantau beroperasi di Laut Arab sejak Desember 2025, bertepatan dengan pengerahan kapal induk AS di tengah ketegangan dengan Iran.
  • Meski disebut kapal sipil, teknologi canggihnya dinilai berfungsi ganda: memetakan dasar laut sekaligus berpotensi mendukung operasi militer.
  • Kehadiran kapal ini menegaskan ambisi Beijing menjaga relevansi di jalur energi dunia, di tengah rivalitas geopolitik antara Washington dan Teheran.

 

Kapal riset China Da Yang Yi Hao terpantau beroperasi di Laut Arab sejak Desember 2025, bertepatan dengan pengerahan kapal induk AS di tengah ketegangan dengan Iran.

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Kehadiran kapal riset ilmiah milik Cina di perairan dekat Timur Tengah menambah kompleksitas dinamika geopolitik kawasan. 

Kapal bernama Da Yang Yi Hao atau Ocean No 1 terpantau beroperasi sejak 19 Desember 2025, di Laut Arab.

Tepat saat Amerika Serikat mengerahkan kapal induknya ke wilayah tersebut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Meski secara resmi disebut sebagai kapal riset sipil, aktivitas Da Yang Yi Hao memicu sorotan internasional karena dinilai memiliki fungsi ganda. 

Kapal ini dilengkapi sistem pencitraan dasar laut canggih dan kendaraan bawah air kendali jarak jauh, yang memungkinkan pemetaan medan bawah laut sekaligus berpotensi mencegat komunikasi bawah air.

Teknologi semacam ini, menurut analis maritim, dapat mendukung operasi militer selain tujuan penelitian.

Baca juga: Heboh Netanyahu Tutup Kamera HP dengan Selotip, Takut Diretas Hacker Iran?

Laut Arab, lokasi operasi kapal tersebut, merupakan jalur maritim vital yang menghubungkan Teluk Persia melalui Selat Hormuz dan Laut Merah melalui Teluk Aden, serta Bab el-Mandeb.

Kawasan ini menjadi titik krusial bagi perdagangan energi global sekaligus arena persaingan militer antara kekuatan besar.

Data pelacakan menunjukkan kapal berangkat dari timur laut Cina, melewati Laut Cina Selatan dan Selat Malaka, lalu berlayar ke selatan India hingga mencapai Samudra Hindia. 

Analis intelijen sumber terbuka, Damien Symon mencatat, bahwa selain Da Yang Yi Hao, terdapat hingga empat kapal riset Cina lain yang beroperasi di kawasan Samudra Hindia pada periode yang sama.

Seruan Kemenlu Cina

Kehadiran kapal riset Cina bertepatan dengan ancaman Presiden Donald Trump terhadap Iran, termasuk kemungkinan serangan militer setelah laporan penindasan protes anti-pemerintah di Teheran.

Menanggapi situasi tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Cina, Guo Jiakun menyerukan, agar semua pihak menahan diri dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog.

Baca juga: 7 Skenario yang Bakal Terjadi jika AS Serang Iran, Salah Satunya Iran akan Tenggelamkan Kapal Induk

Sikap resmi Cina menekankan komitmen pada stabilitas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved