Senin, 1 Juni 2026

Konflik Amerika vs Iran

10 Kapal Perang Amerika Kepung Iran, USS Abraham Lincoln Kapal Perang Terbesar Dunia

Selain itu, terdapat enam kapal perang AS lainnya yang juga beroperasi di kawasan, terdiri dari tiga kapal perusak dan tiga kapal tempur pesisir. 

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkap Layar X/US NAVY
KAPAL INDUK - Kapal induk USS Abraham Lincoln (kiri) saat berlayar di Selat Hormuz pada 19 November 2019. Amerika Serikat mengerahkan kapal yang biasanya mangkal di Pasifik Barat ini untuk mendekat ke Iran, di tengah tensi kedua negara yang semakin memanas. 

Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat menambah kehadiran kapal perang di Timur Tengah menjadi sepuluh unit, memberi Presiden AS Donald Trump daya tembak besar jika sewaktu-waktu memutuskan untuk menyerang Iran.
  • Peningkatan jumlah kapal tempur di Timur Tengah kini hampir menyamai pengerahan armada AS ke kawasan Karibia
  • Dari total sepuluh kapal yang kini dikerahkan, termasuk di dalamnya gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln 
 
 

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Amerika Serikat menambah kehadiran kapal perang di Timur Tengah menjadi sepuluh unit, memberi Presiden AS Donald Trump daya tembak besar jika sewaktu-waktu memutuskan untuk menyerang Iran.

Mengutip AFP, Rabu (28/1/2026), peningkatan jumlah kapal tempur di Timur Tengah kini hampir menyamai pengerahan armada AS ke kawasan Karibia, saat Washington melancarkan operasi rahasia untuk menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.

Seorang pejabat AS menyebutkan, dari total sepuluh kapal yang kini dikerahkan, termasuk di dalamnya gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln yang dilengkapi tiga kapal perusak dan pesawat tempur siluman F-35C.

Selain itu, terdapat enam kapal perang AS lainnya yang juga beroperasi di kawasan, terdiri dari tiga kapal perusak dan tiga kapal tempur pesisir. 

“Seperti halnya dengan Venezuela, armada ini siap, bersedia, dan mampu untuk segera memenuhi misinya, dengan kecepatan dan kekerasan, jika perlu,” tulis Trump dalam unggahannya di platform Truth Social.

 “Waktu hampir habis,” lanjutnya, sembari mendesak Teheran agar segera membuat kesepakatan.

Baca juga: Iran-Amerika Memanas, Cina Kirim Kapal ke Timteng, Begini Analisa Intelijen

Tanggapan Iran
 

Menanggapi pernyataan itu, Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan tanggapan melalui unggahan di platform X. 

Iran menyatakan siap berdialog, tetapi menegaskan bahwa mereka akan membela diri dan memberi respons terbesar jika diserang.

Pengerahan kapal induk AS dan kapal-kapal pendukungnya ke Timur Tengah dilakukan seiring meningkatnya ketegangan domestik di Iran, yang dipicu oleh protes terkait kondisi ekonomi.

Aksi protes tersebut berkembang menjadi gerakan massa yang menentang sistem teokrasi Iran. Pemerintah pun merespons dengan tindakan keras yang berujung pada kekerasan mematikan.

Trump sendiri beberapa kali memperingatkan Teheran untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap demonstran.

Presiden ke-47 AS itu bahkan mendorong rakyat Iran mengambil alih lembaga-lembaga negara, dengan mengatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.

Awal bulan ini, Trump sempat menarik kembali perintah serangan terhadap Iran, dengan menyebut bahwa tekanan dari Washington telah menghentikan lebih dari 800 eksekusi yang direncanakan oleh Teheran.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved