Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Luar Negeri

Iran dan AS Turunkan Ego Soal Perang, Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Perkara Nuklir Teheran

Diplomasi ini muncul di tengah kekhawatiran global akan potensi konfrontasi militer akibat meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/AI
Iran dan Amerika Serikat dikabarkan berencana menggelar putaran baru pembicaraan terkait program nuklir Teheran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara. 

Ringkasan Berita:
Iran dan Amerika Serikat direncanakan menggelar putaran baru pembicaraan nuklir di Istanbul, Turki, pada 6 Februari 2026, untuk meredakan ketegangan dan risiko konflik militer.
 
Pertemuan akan mempertemukan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff, serta kemungkinan melibatkan Qatar, Arab Saudi, UEA, dan Mesir.
 
Inisiatif diplomasi ini muncul di tengah kekhawatiran potensi perang, dengan Iran menegaskan respons tegas terhadap serangan AS
 

SERAMBINEWS.COM – Iran dan Amerika Serikat dikabarkan berencana menggelar putaran baru pembicaraan terkait program nuklir Teheran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

Pembicaraan tersebut dilaporkan akan berlangsung di Istanbul, Turki, pada Jumat (6/2/2026) mendatang.

Langkah ini dinilai dapat meredakan ketegangan dan mengurangi risiko konflik militer antara kedua negara.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa pertemuan itu akan mempertemukan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi dengan Utusan Khusus Amerika Serikat Steve Witkoff. 

Pembicaraan ini disebut akan berfokus pada perselisihan seputar program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber ketegangan utama antara Teheran dan Washington.

Pejabat dan diplomat kawasan mengatakan bahwa selain pertemuan bilateral kedua tokoh utama tersebut, sejumlah negara regional lainnya seperti Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Mesir diperkirakan turut hadir. 

Rangkaian diskusi ini diproyeksikan mencakup pertemuan bilateral, trilateral, dan multilateral dengan berbagai delegasi.

Baca juga: Sekutu Amerika di Teluk Persia Panik, Minta AS Gunakan Akal Sehat Sebelum Serang Iran

Inisiatif diplomasi ini muncul di tengah kekhawatiran global akan potensi konfrontasi militer akibat meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah. 

Ketegangan sebelumnya sempat memuncak setelah serangkaian pernyataan keras dan ancaman oleh pejabat dari kedua pihak.

Rencana pertemuan ini muncul dua hari setelah kepala keamanan Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa kerangka kerja pembicaraan nuklir antara Iran dan AS menunjukkan kemajuan. 

Pernyataan tersebut sekaligus menepis spekulasi media terkait kemungkinan serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran.

Tak lama setelah komentar Larijani, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengungkapkan bahwa Iran telah mulai menjalin komunikasi dengan AS, memperkuat sinyal adanya upaya diplomatik baru antara kedua negara.

Meski demikian, belum ada reaksi resmi dari pejabat Iran terkait laporan Reuters tersebut. 

Informasi serupa sebelumnya juga diberitakan oleh situs berita Axios yang berbasis di Amerika Serikat, yang mengklaim bahwa Aragchi dan Witkoff akan bertemu di Istanbul pada hari Jumat.

Selain itu, pejabat dan analis internasional menilai pertemuan ini menunjukkan adanya upaya dari kedua negara untuk turunkan ego dan mengedepankan diplomasi, meskipun kesepakatan masih jauh dari pasti. 

Mencegah perang di Timur Tengah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved