Heboh! Suami di Grobogan Belah RumahJadi Dua, Diduga Imbas Perselingkuhan Istrinya
Dalam video yang pertama kali diunggah akun Threads @bewara_pangalengan, terlihat seorang pria mengoperasikan gergaji mesin di dalam rumah.
SERAMBINEWS.COM – Warga Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dibuat tercengang oleh aksi tak biasa seorang pria yang membelah rumahnya sendiri hingga terpisah menjadi dua bagian.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat pagi, 13 Februari 2026, itu dengan cepat menyebar di media sosial.
Video pembongkaran rumah beredar luas dan memancing beragam reaksi warganet mulai dari rasa prihatin hingga keheranan.
Rumah yang sebelumnya dihuni satu keluarga itu kini tampak seperti dua bangunan berbeda dalam satu pekarangan.
Baca juga: Sinyal THR PNS 2026 Cair Lebih Awal, Pemerintah Gelontorkan Rp 55 Triliun
Aksi Terekam, Genteng Diangkat Satu per Satu
Dalam video yang pertama kali diunggah akun Threads @bewara_pangalengan, terlihat seorang pria mengoperasikan gergaji mesin di dalam rumah. Suara mesin terdengar keras, memotong bagian kayu dan perabot yang masih terpasang.
Rekaman lanjutan memperlihatkan bagian atap rumah sudah dibuka. Genteng-genteng diangkat, rangka atap terlihat jelas. Dinding dan struktur bangunan pun tampak tak lagi menyatu.
Prosesnya bukan sekadar membongkar sebagian ruangan, melainkan benar-benar memisahkan bangunan secara fisik. Dari luar, garis pemisah rumah terlihat jelas, seolah-olah ada batas baru yang sengaja dibuat di tengah hunian itu.
Kepala Desa: Kejadian Benar, Situasi Tetap Aman
Penjabat Kepala Desa Mlowokarangtalun, Wahyu Hudiyono, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi.
“Iya benar, tadi pagi kejadiannya seperti itu (rumah dibelah),” ujarnya.
Menurut Wahyu, setelah video viral, warga langsung ramai membicarakannya. Meski begitu, kondisi di desa tetap kondusif dan tidak ada bentrokan ataupun gangguan keamanan.
Ia juga meluruskan satu hal penting: pria yang terlihat dalam video bukanlah suami pemilik rumah.
“Bukan itu suaminya, kemungkinan orang yang diminta membantu,” jelasnya.
Baca juga: Penetapan Awal Ramadan 1447 H Tunggu Sidang Isbat, Ini 96 Lokasi Rukyatul Hilal pada 17 Februari
Diduga Dipicu Konflik Rumah Tangga
Berdasarkan informasi yang dihimpun pemerintah desa, aksi tersebut diduga berawal dari persoalan rumah tangga. Ada dugaan perselingkuhan yang menjadi sumber konflik.
Wahyu menyebut, sang suami sebelumnya sempat memaafkan istrinya dengan syarat kesalahan serupa tidak terulang.
Namun hubungan keduanya kembali memanas ketika sang istri disebut tak lagi ingin melanjutkan pernikahan.
“Suaminya sudah memaafkan, asal jangan diulangi. Tapi istrinya sudah tidak mau lagi sama suaminya,” kata Wahyu.
Upaya mediasi pun sempat dilakukan. Pemerintah desa memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak. Namun, perundingan itu tak menemukan titik temu. Keduanya tetap pada keputusan masing-masing.
Pernikahan Tujuh Tahun, Dua Anak Ikut Terdampak
Pasangan tersebut diketahui telah menikah sekitar tujuh tahun dan memiliki dua orang anak. Selama ini mereka tinggal di Desa Mlowokarangtalun dan menjalankan usaha di sana.
Meski demikian, secara administratif keduanya masih tercatat sebagai warga Simo, Kecamatan Kradenan.
Rumah yang kini terbelah itu merupakan tempat mereka membangun kehidupan bersama selama bertahun-tahun. Kondisi ini tentu memunculkan pertanyaan baru, terutama terkait kepemilikan rumah dan nasib hunian tersebut ke depan.
Baca juga: Kementan Alokasikan Rp336 Miliar untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir di Aceh dan Sumatera
Genteng Dibawa ke Kampung Asal
Fakta lain yang terungkap, sebagian genteng rumah tak hanya dilepas, tetapi juga dibawa ke wilayah Simo oleh pihak suami. Langkah ini menunjukkan bahwa pemisahan rumah dilakukan secara serius, bukan sekadar aksi spontan sesaat.
Warga sekitar mengaku terkejut dengan tindakan tersebut. Banyak yang tak menyangka konflik rumah tangga bisa berujung pada pembelahan rumah secara fisik.
Meski video terus beredar dan menjadi perbincangan di media sosial, situasi di lapangan tetap terkendali.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan rumah tangga yang tak terselesaikan dengan baik bisa berujung pada tindakan yang tak terduga. Rumah yang semestinya menjadi simbol kebersamaan, justru berubah menjadi saksi perpisahan yang nyata.
(Serambinews.com/BangkaPos.com)
| Cuaca Selasa 28 April, Seluruh Wilayah Kota Subulussalam Diguyur Hujan |
|
|---|
| Pemkab Tindaklanjuti Rekomendasi DPRK Terhadap LKPJ Bupati Tahun 2025 |
|
|---|
| Korupsi Dana Desa , Seorang Keuchik Divonis 19 Bulan Penjara |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Abdya 28 April 2026, Seluruh Kecamatan Diguyur Hujan Ringan |
|
|---|
| 9 Kecamatan di Aceh Singkil Hujan Ringan, Gelombang Capai 1,3 Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kolase-foto-seorang-pria-yang-membelah-rumahnya-menjadi-dua.jpg)