Rabu, 3 Juni 2026

Perjanjian Dagang RI–AS Diteken, Ini Daftar Produk Amerika yang Harus Dibeli Indonesia

ART diteken di tengah kebijakan tarif resiprokal yang sebelumnya lebih dulu diberlakukan AS secara sepihak.

Tayang:
Editor: Amirullah
Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump berbincang di sela-sela penandatanganan Perjanjian Tarif Resiprokal (Agreement on Reciprocal Trade/ART) di Washington DC, AS, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. 

Selama ini Indonesia memang sangat bergantung dengan bahan baku ini karena produksi kapas di Indonesia terbatas.

2. Kedelai dan bungkil kedelai

Kedelai adalah bahan baku makanan khas Indonesia, seperti tempe dan tahu.

Sementara itu, bungkil kedelai digunakan untuk bahan baku pakan ternak. Indonesia sepakat untuk membeli kedelai dan bungkil kedelai senilai Rp 4,5 miliar dollar dari AS.

3. Gandum

Faktor utama Indonesia sepakat untuk membeli gandung dari AS adalah karena negara ini bukan penghasil gandum, sehingga kebutuhannya mesti dipenuhi melalui impor.

4. Jagung

Pemerintah menilai produk jagung asal AS memiliki spesifikasi dan standar mutu yang sesuai dengan kebutuhan industri makanan dan minuman di Indonesia.

Kebutuhan impor jagung untuk industri makanan dan minuman pada 2025 sekitar 1,4 juta ton. 

Pada 2025, jagung diperlukan untuk industri makanan dan minuman yang memiliki kontribusi 7,13 persen terhadap PDB Nasional dan menyumbang 21 persen dari total ekspor industri non-migas, serta menyerap lapangan kerja sampai dengan 6,7 juta pada 2025.

5. Beras 1.000 ton

Pemerintah juga sepakat untuk membeli beras 1.000 ton dari AS, tapi tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri.

Kesepakatan ini dilakukan karena dalam 5 tahun terakhir, Indonesia tidak melakukan impor beras dari AS. 

Selain itu, komitmen impor beras AS sebesar 1.000 ton dinilai tidak signifikan atau hanya sekitar 0,0000 persen dari total produksi beras nasional yang mencapai 34,69 Juta ton tahun 2025.

6. Produk ayam

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved