Berita Internasional
Iran Borong Rudal dan Ribuan Peluru Kendali dari Rusia, Siap Hadapi Serangan AS
Iran dan Rusia menandatangani kesepakatan senilai hampir Rp 10 triliun untuk pengadaan 500 peluncur Verba dan 2.500 rudal 9M336.
Ringkasan Berita:
- Iran dan Rusia menandatangani kesepakatan senilai hampir Rp 10 triliun untuk pengadaan 500 peluncur Verba dan 2.500 rudal 9M336.
- Langkah ini dilakukan Iran untuk memperkuat pertahanan udara sekaligus melindungi fasilitas nuklirnya pasca serangan AS dan Israel pada 2025.
- Kesepakatan tersebut menjadi simbol aliansi strategis Iran–Rusia yang berpotensi memperbesar ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Iran dan Rusia menandatangani kesepakatan senilai hampir Rp 10 triliun untuk pengadaan 500 peluncur Verba dan 2.500 rudal 9M336.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Kesepakatan senilai hampir Rp 10 triliun, antara Iran dan Rusia untuk pengadaan sistem rudal portabel Verba dan ribuan peluru kendali 9M336, bukan sekadar transaksi militer.
Langkah ini memperlihatkan bagaimana Teheran berusaha menutup celah pertahanan udara yang terbuka setelah serangan Israel dan Amerika Serikat pada pertengahan 2025.
Rusia berkomitmen mengirimkan 500 peluncur dan 2.500 rudal dalam tiga tahap antara 2027–2029.
Namun, sejumlah laporan menyebut sebagian unit sudah tiba lebih awal.
Hal ini menandakan kedekatan strategis kedua negara yang sama-sama berhadapan dengan tekanan Barat.
Bagi Iran, Verba bukan sekadar senjata, melainkan simbol kepercayaan Rusia dalam memperkuat mitra geopolitiknya di Timur Tengah.
Baca juga: Iran Uji Coba Rudal Pertahanan Udara Sayyad-3G di Selat Hormuz, Persiapan Hadapi Serangan AS
Perlindungan Fasilitas Nuklir
Kesepakatan rudal ini berjalan paralel dengan upaya Iran memperkuat fasilitas nuklirnya.
Citra satelit menunjukkan pembangunan struktur beton tebal di Parchin, Isfahan, dan Natanz.
Terowongan ditutup rapat, akses diperkuat, dan material nuklir dipindahkan ke lokasi bawah tanah.
Strategi ini jelas ditujukan untuk mengurangi kerentanan terhadap serangan udara maupun rudal.
Langkah Iran membeli rudal mutakhir sekaligus memperkokoh fasilitas nuklir adalah pesan politik yang tegas: Teheran tidak akan tunduk pada tekanan militer maupun diplomasi Barat.
Serangan 2025, yang merusak pangkalan rudal di Shiraz dan Qom justru menjadi pemicu bagi Iran untuk membangun kembali sistem pertahanan yang lebih tangguh.
Baca juga: Iran Bikin Trump Kebingungan, Tak Gentar meski Dikepung Kapal Induk Raksasa
Bagi kawasan Timur Tengah, kesepakatan ini berpotensi memperbesar ketegangan.
| Ini Deretan Tokoh Penting di Pemerintahan Iran, Hegemoni IRGC Menguat |
|
|---|
| Iran Siap Hadapi Serangan Baru AS, Ancam Beri Balasan Keras dan Mematikan |
|
|---|
| Update Hari ke-63 Perang Iran: Trump Buka Peluang Serangan, Iran Sebut Blokade Tak Bisa Ditoleransi |
|
|---|
| Harga BBM AS Melonjak Tajam Dampak Perang Iran, Trump Janji Akan Turun Drastis! |
|
|---|
| Parah! Israel Tangkap Aktivis Flotilla di Perairan Internasional, Dunia Mengecam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pasukan-Iran-menembakkan-rudal-dalam-latihan-militer-di-Pantai-Makran-Teluk-Oman-2022.jpg)