Jumat, 24 April 2026

Berita Regional

Mahasiswa Bacok Mahasiswi di Kampus Gegara Diputusin, Begini Kronologisnya

Mahasiswi UIN Suska Riau, Farradhila Ayu Pramesti (23), dibacok oleh pacarnya sesama mahasiswa, Rehan Mujafar (21), di Kampus UIN Suska.

Editor: Saifullah
Tangkapan layar/x/twitter
MAHASISWA BACOK MAHASISWI - Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan seorang mahasiswi bersimbah darah usai dibacok di lingkungan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Kamis (26/2/2026) pagi. 

Fakta bahwa pelaku bisa masuk membawa senjata tajam tanpa terdeteksi menimbulkan pertanyaan besar tentang standar keamanan yang diterapkan. 

Banyak mahasiswa menyuarakan kekhawatiran bahwa kejadian serupa bisa terulang jika tidak ada evaluasi serius. 

Keamanan kampus bukan hanya soal menjaga fasilitas, tetapi juga melindungi nyawa dan psikologis mahasiswa.

Motif pelaku diduga berkaitan dengan persoalan asmara. 

Namun di balik itu, kasus ini memperlihatkan bagaimana tekanan emosional yang tidak tertangani dapat berujung pada tindakan berbahaya. 

Mahasiswa, sebagai kelompok usia muda, rentan menghadapi stres akademik, tekanan sosial, dan masalah pribadi. 

Sayangnya, layanan konseling di banyak kampus masih minim atau kurang dimanfaatkan.

Padahal, keberadaan unit layanan psikologis bisa menjadi benteng pencegahan agar konflik personal tidak berkembang menjadi tragedi.

Insiden ini menjadi momentum bagi UIN Suska Riau dan kampus lain di Indonesia untuk memperkuat sistem keamanan sekaligus menyediakan dukungan psikologis yang memadai.

Evaluasi terhadap prosedur masuk kampus, peningkatan jumlah petugas keamanan, serta pemasangan alat deteksi bisa menjadi langkah awal. 

Selain itu, kampus perlu aktif mengedukasi mahasiswa tentang pentingnya mengelola emosi, menyelesaikan konflik secara sehat, dan memanfaatkan layanan konseling. 

Dengan begitu, kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuh yang aman dan sehat.

Baca juga: Polres Aceh Selatan Tangkap Pelaku Pembacokan di Kluet Utara

Peristiwa ini memang menyedihkan, tetapi bisa menjadi titik balik untuk membangun kesadaran bersama. 

Mahasiswa, dosen, dan pihak kampus harus bergandengan tangan menciptakan lingkungan yang lebih aman. 

Keamanan fisik dan kesehatan mental adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. 

Jika kampus mampu memperkuat keduanya, maka tragedi seperti yang menimpa Farradhila tidak akan terulang, dan dunia pendidikan benar-benar menjadi ruang yang mendukung masa depan generasi muda.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved