Rabu, 8 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Oman Satu-satunya Negara Teluk yang tak Diserang Iran, Mengapa?

Di tengah eskalasi besar antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, Oman menjadi satu-satunya anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC)

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
PANGKALAN AS - Pangkalan AS di Erbil Irak terbakar kena rudal Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Di tengah eskalasi besar antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, Oman menjadi satu-satunya anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang hingga kini tidak diserang Iran.
  • Zein Basravi dari Al Jazeera, melaporkan dari Doha bahwa seluruh negara GCC kecuali Oman telah menjadi sasaran dalam gelombang serangan terbaru Iran.

 

SERAMBINEWS.COM - Ketika rudal dan drone menghantam sejumlah negara Teluk, satu nama justru menonjol karena tidak tersentuh serangan: Oman.

Di tengah eskalasi besar antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, Oman menjadi satu-satunya anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang hingga kini tidak diserang Iran.

Zein Basravi dari Al Jazeera, melaporkan dari Doha bahwa seluruh negara GCC — kecuali Oman — telah menjadi sasaran dalam gelombang serangan terbaru Iran.

Diplomasi Damai yang Terancam

Selama bertahun-tahun, Oman dikenal sebagai penghubung senyap antara Iran dan Barat.

Negara ini memainkan peran sentral dalam pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS, termasuk yang berlangsung di Oman dan Jenewa.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, bahkan sempat menyuarakan optimisme pada Jumat lalu. Ia menyebut kedamaian berada “dalam jangkauan” setelah Iran disebut sepakat tidak akan menimbun uranium yang diperkaya, sebuah terobosan besar dalam diplomasi regional.

Namun hanya beberapa jam kemudian, serangan Israel dan AS mengguncang Iran. Jalur diplomasi pun runtuh.

Albusaidi menyatakan kekecewaannya atas pecahnya kekerasan dan secara terbuka mendesak Washington agar tidak terjebak dalam konflik lebih luas.

“Ini bukan perang Anda,” tegasnya.

Kini, pembicaraan yang sebelumnya menjanjikan dinyatakan mati dan terkubur oleh dentuman rudal.

Doha Berguncang, Rudal Patriot Menderu

Di Doha, suara ledakan terdengar berkali-kali. Basravi melaporkan setidaknya selusin ledakan dalam beberapa jam terakhir, yang diduga merupakan sistem pertahanan Patriot mencegat rudal Iran yang masuk.

Iran sendiri menyatakan bahwa semua aset AS di kawasan kini dianggap target sah.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim seluruh target militer AS dan Israel di Timur Tengah telah dihantam “pukulan kuat rudal”.

“Operasi ini akan berlanjut tanpa henti hingga musuh dikalahkan secara telak,” tegas pernyataan mereka.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved