Minggu, 19 April 2026

Pengerahan 70.000 Pasukan Israel Dikaitkan dengan Hadis Dajjal, Ulama Ingatkan Ini

Para ulama menekankan bahwa hadis mengenai Dajjal berbicara dalam konteks peristiwa akhir zaman yang memiliki tanda-tanda khusus.

Editor: Amirullah
Image created by ChatGPT
Ilustrasi pengerahan 70.000 pasukan cadangan Israel yang ramai dikaitkan di media sosial dengan hadis tentang pengikut Dajjal. Sejumlah ulama mengingatkan agar umat tidak berspekulasi dan tidak menimbulkan ketakutan berlebihan di tengah situasi geopolitik yang memanas. 

SERAMBINEWS.COM – Angka 70.000 mendadak jadi perbincangan hangat.

Bukan hanya karena laporan pengerahan besar-besaran pasukan cadangan Israel, tetapi juga karena sebagian warganet mengaitkannya dengan hadis tentang tujuh puluh ribu pengikut Dajjal di akhir zaman.

Situasi ini memicu gelombang diskusi di media sosial. Ada yang menyampaikan kekhawatiran, ada pula yang langsung menarik kesimpulan teologis.

Namun para ulama mengingatkan agar umat tidak tergesa-gesa menghubungkan peristiwa geopolitik modern dengan nubuat eskatologis dalam Islam.

Mereka menegaskan bahwa angka dalam hadis memiliki konteks tersendiri dan tidak bisa serta-merta dilekatkan pada dinamika politik kontemporer.

Ketegangan Israel–Iran dan Angka 70.000

Seperti diketahui, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan mengenai operasi militer bersama Israel dan Amerika Serikat ke sejumlah target di Iran.

Laporan The Guardian menyebut operasi tersebut telah dipersiapkan cukup lama melalui koordinasi intensif kedua negara.

Seorang pejabat militer Israel mengungkapkan sekitar 70.000 personel cadangan dipanggil, terutama dari satuan pertahanan udara. Angka inilah yang kemudian menjadi bahan perbincangan luas.

Di berbagai platform media sosial, sebagian pengguna langsung mengaitkannya dengan riwayat hadis tentang tujuh puluh ribu pengikut Dajjal yang disebut dalam literatur klasik Islam.

Pertanyaannya kemudian mengemuka: apakah benar ada hubungan antara pengerahan 70.000 pasukan Israel dengan hadis akhir zaman tersebut?

Baca juga: Ahmadinejad Tewas Dirudal Israel, Ini Profil Presiden ke-6 Iran yang Pernah Heboh Pakai Jas Sobek

Ulama Minta Umat Tidak Berspekulasi

Para ulama menekankan bahwa hadis mengenai Dajjal berbicara dalam konteks peristiwa akhir zaman yang memiliki tanda-tanda khusus.

Angka yang disebut dalam hadis tidak bisa dipotong dari keseluruhan riwayat dan langsung ditempelkan pada kejadian politik masa kini.

Hingga saat ini, tidak ada pernyataan resmi dari otoritas keagamaan arus utama yang mengaitkan operasi militer tersebut dengan tanda-tanda kiamat.

Umat Islam pun diimbau untuk tidak larut dalam spekulasi yang berpotensi menimbulkan ketakutan berlebihan.

Fokus utama, menurut para ulama, tetap pada penguatan iman, memperbanyak amal saleh, serta menjaga ketenangan dalam menyikapi informasi yang beredar.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved