Minggu, 3 Mei 2026

Konflik Israel vs Iran

Perang AS-Israel vs Iran Memanas: Ini Penyebab, Dampak, dan Perkiraan Lamanya Konflik

Serangan tersebut menargetkan infrastruktur rudal, fasilitas militer, dan sejumlah pejabat tinggi Iran di Teheran serta wilayah lainnya.

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Eddy Fitriadi
@pegadaian.kanwilmedan
Rekaman, diverifikasi oleh Al Jazeera, menunjukkan bola api menerangi langit di Teheran barat, diikuti oleh suara ledakan dan awan asap hitam. 

 Hingga Senin, dilaporkan enam prajurit AS tewas dan belasan lainnya luka-luka dalam operasi ini.

Baca juga: INTISARI TERKINI PERANG AS-ISRAEL VS IRAN - Trump: Perang Bisa 4 Minggu, Iran Tutup Selat Hormuz

Dampak Ekonomi dan Energi

Konflik ini langsung mengguncang pasar energi global.

Harga minyak mentah Brent melonjak hingga 82 dolar AS per barel setelah serangan terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz.

Serangan drone juga dilaporkan mengenai fasilitas energi di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi dan Qatar.

 Produksi gas alam cair di Qatar sempat dihentikan sementara, menyebabkan lonjakan harga gas hingga 50 persen dalam sehari.

Gangguan besar juga terjadi pada sektor penerbangan.

Sejumlah maskapai internasional membatalkan atau menunda penerbangan ke dan dari Timur Tengah karena banyak negara menutup wilayah udaranya.

Baca juga: AS Minta Bantuan NATO Serang Iran, Spanyol, Turki, Prancis, Jerman, Inggris Menolak, Trump Kecewa

Siapa Pengganti Khamenei?

Pemerintah Iran menyatakan akan segera menunjuk pemimpin tertinggi baru.

 Untuk sementara, dewan transisi dibentuk yang terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian dan pejabat tinggi lainnya.

Pemilihan resmi pemimpin tertinggi dilakukan oleh Majelis Ahli yang beranggotakan 88 ulama senior.

Namun, proses ini diperkirakan tidak mudah mengingat situasi keamanan yang belum stabil akibat serangan berkelanjutan.

Baca juga: Enam Tentara AS Tewas dalam Operasi Militer Melawan Iran, Trump Siapkan Serangan Lebih Besar

Berapa Lama Perang Akan Berlangsung?

Trump menyatakan operasi militer bisa berlangsung empat hingga lima minggu, bahkan lebih lama jika diperlukan.

Netanyahu juga menegaskan kampanye militer akan berjalan selama dianggap perlu.

Meski demikian, banyak pengamat menilai durasi perang sangat bergantung pada beberapa faktor: kemampuan militer Iran untuk terus membalas, keterlibatan kelompok proksi seperti Hezbollah, serta respons negara-negara Teluk dan kekuatan global lainnya.

Untuk saat ini, kawasan Timur Tengah berada dalam situasi sangat tegang.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved