Minggu, 12 April 2026

Konflik Israel vs Iran

Perang AS-Israel vs Iran Memanas: Ini Penyebab, Dampak, dan Perkiraan Lamanya Konflik

Serangan tersebut menargetkan infrastruktur rudal, fasilitas militer, dan sejumlah pejabat tinggi Iran di Teheran serta wilayah lainnya.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Eddy Fitriadi
@pegadaian.kanwilmedan
Rekaman, diverifikasi oleh Al Jazeera, menunjukkan bola api menerangi langit di Teheran barat, diikuti oleh suara ledakan dan awan asap hitam. 

Perang AS-Israel vs Iran Memanas: Ini Penyebab, Dampak, dan Perkiraan Lamanya Konflik

SERAMBINEWS.COM- Konflik besar pecah di Timur Tengah setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu lalu.

Serangan tersebut menargetkan infrastruktur rudal, fasilitas militer, dan sejumlah pejabat tinggi Iran di Teheran serta wilayah lainnya.

Dilansir melalui BBC News (3/3/2026), Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer ini bertujuan untuk memastikan Iran tidak memperoleh senjata nuklir. 

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa AS akan menghancurkan kemampuan rudal Iran dan melumpuhkan industri persenjataannya.

Baca juga: Pusat Intelijen AS Dibom Iran dalam Gelombang Serangan ke-11, Kedubes AS di Arab Saudi Dirudal IRGC

Operasi tersebut oleh militer AS dinamai “Operasi Epic Fury”.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan ini sebagai langkah untuk menghilangkan “ancaman eksistensial” dari Iran.

Israel menegaskan tidak mendorong AS ke dalam perang, melainkan bertindak berdasarkan kepentingan keamanan masing-masing negara.

Korban dan Dampak Awal

Serangan awal dilaporkan menewaskan ratusan orang di Iran, termasuk sejumlah tokoh penting dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

 Iran menyebut serangan tersebut sebagai tindakan ilegal dan tanpa provokasi.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal balistik dan drone ke berbagai target di kawasan, termasuk Israel, pangkalan militer AS di negara-negara Teluk, serta kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz.

Baca juga: Trump Kecewa Berat, Inggris tak Mau Ikut Perang Lawan Iran

 Jalur ini sangat vital karena dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Kelompok milisi Lebanon, Hezbollah, yang didukung Iran, turut terlibat dengan meluncurkan roket ke Israel dari Lebanon.

Israel membalas dengan menyerang target Hezbollah di Beirut dan wilayah selatan Lebanon.

Militer AS melalui United States Central Command (Centcom) mengklaim telah menenggelamkan sejumlah kapal Iran di Teluk Oman.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved