AS dan Israel Serang Iran
AS dan Israel Ketakutan Jika Perang dengan Iran Berlangsung Lebih 10 Hari, Pentagon Ingatkan Trump
Peringatan itu disampaikan pejabat pertahanan kepada Presiden AS, Donald Trump, di tengah eskalasi konflik dengan Teheran.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nur Nihayati
AS dan Israel Ketakutan Jika Perang dengan Iran Berlangsung Lebih 10 Hari, Pentagon Ingatkan Trump
SERAMBINEWS.COM - Informasi yang bocor dari Pentagon dan dipublikasikan sejumlah media Amerika Serikat mengungkap kekhawatiran serius terkait daya tahan persenjataan Washington apabila operasi militer melawan Iran berlangsung lebih dari 10 hari.
Laporan tersebut menyebut bahwa persediaan sejumlah rudal utama, khususnya rudal pencegat, dapat mulai menipis jika intensitas serangan tetap tinggi.
Peringatan itu disampaikan pejabat pertahanan kepada Presiden AS, Donald Trump, di tengah eskalasi konflik dengan Teheran.
Namun Trump tidak mempercayainya dan membantah kekhawatiran tersebut.
Melalui platform Truth Social, ia menyatakan bahwa stok amunisi Amerika “tidak pernah sebanyak dan sebaik sekarang,” bahkan menyebutnya “hampir tak terbatas.”
Menurut laporan The Wall Street Journal dan The Washington Post, pejabat Pentagon termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine telah memperingatkan bahwa perang yang berlangsung 4–5 pekan dapat memicu kekurangan amunisi penting serta membebani anggaran pertahanan secara signifikan.
Sumber-sumber pertahanan juga menyebut dukungan terbatas dari sekutu regional dapat memperlemah kemampuan AS dalam menghadapi serangan balasan Iran.
Sementara itu, Iran telah meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta aset militer AS di Bahrain, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Irak.
AS Gunakan 20 Sistem Senjata Lawan Iran
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), Washington telah mengerahkan lebih dari 20 sistem senjata di seluruh angkatan udara, angkatan laut, angkatan darat, dan sistem pertahanan rudal.
Aset yang dikerahkan termasuk pesawat pembom siluman B-1 dan B-2, jet tempur F-35 Lightning II, F-22 Raptor, F-15, dan EA-18G Growler.
AS juga mengerahkan pesawat tak berawak, termasuk MQ-9 Reaper, sistem peluncur roket ganda mobilitas tinggi HIMARS, dan rudal jelajah Tomahawk.
Dari segi pertahanan, AS menggunakan sistem peringatan dini Patriot, THAAD, dan AWACS.
Dua kapal induk, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R Ford, berada di Timur Tengah ketika operasi dimulai.
Pada pekan lalu, Wall Street Journal melaporkan bahwa para pejabat Pentagon dan Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, memperingatkan Presiden Trump tentang risiko kampanye yang berkepanjangan.
Sementara itu, Washington Post melaporkan bahwa Caine mencatat bahwa kekurangan amunisi penting dan dukungan terbatas dari sekutu regional dapat melemahkan kemampuan AS untuk mencegah pembalasan Iran.
Pelajaran dari Perang 12 Hari di 2025
Amerika Serikat
Iran
Israel
perang
Konflik Timur Tengah
AS Serang Iran
iran serang israel
Pentagon
Donald Trump
Presiden AS
Operasi Janji Sejati
| Iran Ancam Tembak Kapal Perang Inggris Jika Masuk Selat Hormuz |
|
|---|
| Apa Saja Poin Usulan Perdamaian Iran yang Ditolak Trump untuk Akhiri Perang |
|
|---|
| Trump Sebut Proposal Iran untuk Akhiri Perang Usulan 'Bodoh' |
|
|---|
| Trump Ngaku Ingin Rebut 'Debu Nuklir' Iran yang Terkubur, Tapi AS Bingung Cara Masuknya |
|
|---|
| Pangkalan Rahasia Israel di Gurun Irak Terbongkar, jadi Basis Serangan Udara ke Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rezim-Israel-telah-meminta-Iran-untuk-menghentikan-serangan-balasannya.jpg)