Selasa, 21 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Netanyahu Diduga Sengaja Serang Iran Sebelum 30 Maret, Ini Tujuannya

Para pengkritiknya menuding ia berusaha menghindari tanggung jawab atas kegagalan mencegah serangan tersebut.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkap Layar
PM ISRAEL - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat melakukan konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di Yerusalem, Minggu (16/2/2025). 

Sehari setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam gelombang serangan gabungan AS-Israel, Netanyahu menegaskan bahwa kedekatannya dengan Washington memainkan peran penting dalam operasi tersebut.

Ia menyebut hubungan eratnya dengan Amerika Serikat memungkinkan Israel melakukan hal yang telah lama diinginkannya selama lebih dari 40 tahun, yakni melancarkan serangan besar terhadap Iran.

Analis politik dari Tel Aviv University, Emmanuel Navon, menilai Netanyahu kemungkinan besar akan mempercepat jadwal pemilu.

“Sudah jelas. Dia tidak akan menunggu sampai Oktober mengingat peringatan 7 Oktober,” ujar Navon kepada AFP, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, posisi politik Netanyahu yang sempat berada di titik terendah kini berangsur membaik.

“Jika Netanyahu berada di titik terendah setelah serangan Hamas, ia secara bertahap telah membalikkan keadaan,” katanya.

Navon juga menyoroti serangkaian pukulan militer Israel terhadap Hamas, Hizbullah, dan Iran sejak dimulainya perang Gaza.

Berdasarkan sejumlah jajak pendapat, Partai Likud diperkirakan unggul apabila pemilu digelar dalam waktu dekat.

Meski demikian, partai tersebut masih berpotensi kekurangan mayoritas bersama sekutu-sekutunya saat ini.

Sejumlah pengamat menilai kemenangan atas Iran dapat mengubah kalkulasi politik tersebut secara signifikan.

Analis geopolitik independen Michael Horowitz mengatakan serangan terhadap Iran memperkuat citra yang ingin dibangun Netanyahu.

“Serangan ini tak dapat disangkal memperkuat citra yang ingin dipupuk Netanyahu, citra yang terkait dengan slogan ‘kemenangan total’-nya,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Netanyahu ingin menunjukkan bahwa ini bukan slogan kampanye, tetapi kenyataan. Ini adalah agenda nasionalnya dan strategi pemilunya.”

Dengan situasi politik yang masih dinamis, arah konflik dan dampaknya terhadap stabilitas domestik Israel diperkirakan akan menjadi faktor penentu masa depan pemerintahan Netanyahu dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga: Serangan Balasan, Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Tujuh Warga Israel Terkapar

"Iran tetaplah Iran"

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved