Rabu, 8 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Netanyahu Diduga Sengaja Serang Iran Sebelum 30 Maret, Ini Tujuannya

Para pengkritiknya menuding ia berusaha menghindari tanggung jawab atas kegagalan mencegah serangan tersebut.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkap Layar
PM ISRAEL - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat melakukan konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di Yerusalem, Minggu (16/2/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah analis menilai dinamika politik domestik Israel saat ini sangat dipengaruhi oleh arah dan durasi konflik yang tengah berlangsung.
  • Netanyahu bahkan diduga sengaja melancarkan serangan ke Iran sebelum tenggat politik 30 Maret guna menunda pengesahan anggaran negara yang sulit memperoleh dukungan mayoritas di parlemen.
  • Apabila anggaran tersebut gagal disahkan, pemerintahan Netanyahu otomatis akan jatuh pada 1 April dan Israel harus menggelar pemilihan umum lebih cepat.

 

SERAMBINEWS.COM, TEL AVIV — Menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan paling lambat 27 Oktober 2026, perang dengan Iran dinilai menjadi momentum penting bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memulihkan citranya yang merosot pasca-serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Sejumlah analis menilai dinamika politik domestik Israel saat ini sangat dipengaruhi oleh arah dan durasi konflik yang tengah berlangsung.

Netanyahu bahkan diduga sengaja melancarkan serangan ke Iran sebelum tenggat politik 30 Maret guna menunda pengesahan anggaran negara yang sulit memperoleh dukungan mayoritas di parlemen.

Apabila anggaran tersebut gagal disahkan, pemerintahan Netanyahu otomatis akan jatuh pada 1 April dan Israel harus menggelar pemilihan umum lebih cepat.

Dalam situasi itu, perdana menteri berusia 76 tahun tersebut dinilai akan memasuki masa kampanye dari posisi politik yang lemah.

Baca juga: Iran Siapkan Rudal Khorramshahr-4, Senjata Paling Mematikan Bisa Luluh Lantakkan Israel dan Basis AS

Popularitas Tergerus Perang Gaza

Popularitas Netanyahu merosot tajam setelah perang di Gaza yang dipicu serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 — hari paling mematikan dalam sejarah Israel.

Para pengkritiknya menuding ia berusaha menghindari tanggung jawab atas kegagalan mencegah serangan tersebut.

Pemimpin Partai Likud itu merupakan perdana menteri terlama dalam sejarah Israel dengan total masa jabatan lebih dari 18 tahun dalam beberapa periode.

Namun sejak pertengahan 2025, ia kehilangan mayoritas parlemen akibat krisis politik dengan sekutu ultra-Ortodoksnya.

Di tengah tekanan politik, Netanyahu juga masih menjalani persidangan kasus korupsi yang telah berlangsung lama.

Ia bahkan dilaporkan meminta ampunan kepada Presiden Israel, Isaac Herzog.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut beberapa kali mendesak agar pengampunan diberikan.

Baca juga: Iran Klaim Ketahui Lokasi Pertemuan Netanyahu, Ancam Kirim Serangan Balasan Tanpa Henti

Upaya Pulihkan Citra Lewat Perang Iran

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved