Konflik Amerika vs Iran
Netanyahu Diduga Sengaja Serang Iran Sebelum 30 Maret, Ini Tujuannya
Para pengkritiknya menuding ia berusaha menghindari tanggung jawab atas kegagalan mencegah serangan tersebut.
Akan tetapi, tidak semua pihak sepakat bahwa serangan ke Iran akan otomatis menguntungkan Netanyahu.
Jurnalis Channel 13, Raviv Druker, berpendapat bahwa Netanyahu akan mencoba meyakinkan orang-orang bahwa kemenangan itu total meskipun hanya ilusi, sembari menekankan bahwa "Hamas masih menguasai Gaza, dan Iran tetaplah Iran bahkan setelah serangan Sabtu (28/2/2026)."
Di situs berita Walla, jurnalis Ouriel Deskal bahkan menilai waktu pecahnya konflik bisa berkaitan dengan tenggat politik domestik.
Ia menyebut Netanyahu mungkin sengaja memilih waktu perang untuk secara otomatis menunda—di bawah keadaan darurat—tenggat waktu 30 Maret untuk mengesahkan anggaran yang sulit ia dapatkan dukungannya di parlemen.
Sebaliknya, "Jika perang melawan Iran ini sukses bagi Israel, itu akan menjadi kemenangan politik bagi Netanyahu," kata Navon.
Meski demikian, Horowitz mengingatkan bahwa risiko tetap ada jika konflik berkepanjangan.
"Toleransi publik terhadap perang berkepanjangan dengan korban jiwa yang besar, ditambah biaya hidup tinggi, tetap sangat rendah," ujarnya.
Dalam perang pada Juni 2025, serangan rudal Iran menewaskan 30 orang di Israel. Sejak Sabtu, 10 orang dilaporkan tewas akibat serangan balasan Iran.
Horowitz menekankan bahwa dukungan publik lebih banyak tertuju kepada militer ketimbang kepada Netanyahu.
"Kemenangan Israel terutama disebabkan oleh tentara dan ketahanan warga sipil, yang memungkinkan negara itu untuk melancarkan perang terpanjang dalam sejarahnya," katanya.
"Popularitas tentara meningkat, bukan popularitas Netanyahu."
Baca juga: UIN Ar-Raniry Buka Penjaringan Calon Rektor periode 2026-2030
Baca juga: BREAKING NEWS - Iran Diserang, Ledakan Kuat Guncang Sejumlah Wilayah Teheran Pagi Ini
Baca juga: Huntara Aceh Barat Hampir Rampung
Sumber: Kompas.com
| Iran Ancam Balas AS usai Kapal Disita di Selat Hormuz, Dunia Waspada Krisis Baru |
|
|---|
| Intelijen AS: Iran Masih Miliki 40–60 Persen Drone dan Rudal Jelang Berakhirnya Gencatan Senjata |
|
|---|
| Jelang Akhir Gencatan Senjata, Iran Klaim Stok Rudalnya Lampaui Level Pra-Perang |
|
|---|
| Lebih dari 20 Kapal Tembus Selat Hormuz, Satu Kapal Tanker LPG Menuju Indonesia |
|
|---|
| Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan, Tegaskan Hak di Selat Hormuz dan Sindir Kebijakan AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Perdana-Menteri-Israel-Benjamin-Netanyahu-saat-melakukan-konferensi-pers-bersama-Menteri.jpg)