Minggu, 12 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Sosok Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Disebut Jadi Penerus Pimpinan Tertinggi Iran

Kematian Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel mengguncang fondasi politik negara tersebut

Editor: Amirullah
Istimewa
PENGGANTI ALI KHAMENEI - Setelah wafatnya Ali Khamenei, laporan media menyebut Mojtaba Khamenei terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran melalui Assembly of Experts yang dipengaruhi oleh IRGC. (Wikimedia Commons via WION) 

SERAMBINEWS.COM – Iran memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian.

Kematian Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel mengguncang fondasi politik negara tersebut, sekaligus memicu proses transisi kekuasaan di tengah suasana yang masih tegang.

Pemerintah Iran langsung mengumumkan 40 hari berkabung nasional dan menetapkan 7 hari libur umum. Langkah itu menjadi penanda betapa besar posisi Khamenei dalam struktur Republik Islam Iran.

Ali Khamenei Tewas

Dalam pernyataan resmi, pemerintah Iran menyebut Khamenei gugur sebagai syahid setelah serangan yang juga dilaporkan menewaskan sejumlah anggota keluarganya, termasuk putri, menantu, dan cucu.

Pernyataan tersebut bukan hanya menyampaikan duka nasional, tetapi juga kecaman keras terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa peristiwa ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

Kepergian Khamenei otomatis membuka pertanyaan besar: siapa yang akan menggantikan posisi sebagai Pemimpin Tertinggi Iran?

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini Melemah, Turun Rp 200 Ribu per Mayam Edisi 4 Maret 2026

Baca juga: Timur Tengah Membara! Konsulat AS di Dubai Diserang, Israel Gempur Iran dan Lebanon

Mojtaba Khamenei Disebut Terpilih

Nama Mojtaba Khamenei mencuat setelah Majelis Para Ahli (Assembly of Experts) dilaporkan memilihnya sebagai pimpinan tertinggi Iran.

Proses tersebut disebut berlangsung di bawah tekanan kuat dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang selama ini dikenal memiliki pengaruh besar dalam struktur kekuasaan Iran.

Mojtaba (56) merupakan putra tertua kedua Ali Khamenei dan dikenal memiliki kedekatan dengan IRGC.

Meski bukan ulama berpangkat tinggi serta tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan, ia diyakini memiliki pengaruh signifikan di balik layar. Ia juga pernah bertugas di angkatan bersenjata Iran saat perang Iran–Irak.

Namun, kabar terpilihnya Mojtaba tidak sepenuhnya diterima tanpa perdebatan. Dalam tradisi Syiah Iran, pola suksesi dari ayah ke anak kerap dipandang negatif.

Bahkan, Ali Khamenei dilaporkan tidak memasukkan Mojtaba dalam daftar calon pengganti yang disusunnya sebelumnya.

Baca juga: Netanyahu Diduga Sengaja Serang Iran Jelang 30 Maret, Gunakan Konflik untuk Tunda Krisis Politik

Keluarga dan Sorotan Kontroversi

Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri politikus konservatif Gholam-Ali Haddad-Adel, mantan Ketua Parlemen Iran. Keduanya menikah pada 2004 dan dikabarkan memiliki tiga anak, meski informasi tentang keluarga mereka relatif tertutup.

Zahra dilaporkan tewas pada 2026 dalam serangan yang sama terhadap Iran. Mojtaba disebut sebagai salah satu anggota keluarga inti yang selamat dari rangkaian serangan tersebut.

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved