AS dan Israel Serang Iran
Iran Hancurkan Radar Utama THAAD AS di Yordania
Citra satelit mengungkap bahwa sistem radar kunci yang digunakan dalam jaringan pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD)
Selain serangan rudal dan drone, Iran juga dilaporkan memperluas strateginya ke bidang perang siber dan infrastruktur digital.
Sejumlah laporan menyebutkan operasi Iran menargetkan pusat data hyperscale di Asia Barat yang dioperasikan oleh perusahaan teknologi besar seperti Amazon dan Microsoft. Teheran disebut memandang infrastruktur digital sebagai elemen strategis dalam konflik modern.
Sektor energi juga menjadi sasaran penting. Serangan rudal Iran yang dilaporkan menghantam satu-satunya kilang minyak di Bahrain mengguncang pasar energi global dan memunculkan kekhawatiran mengenai kerentanan fasilitas energi di kawasan Teluk.
Para analis menilai serangan tersebut menunjukkan kesiapan Iran memperluas medan konflik hingga ke sektor ekonomi dan teknologi guna meningkatkan tekanan terhadap musuh serta sekutu mereka.
Kekhawatiran Negara-Negara Teluk
Perang yang terus meningkat juga mempengaruhi infrastruktur energi regional dan pasar global.
Setelah serangan rudal Iran terhadap kilang minyak di Bahrain, harga energi dilaporkan terus meningkat, memicu kekhawatiran terhadap keamanan aset energi utama di kawasan Teluk.
Sejumlah pejabat regional memperingatkan bahwa konflik ini dapat menimbulkan dampak ekonomi serius. Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, bahkan memperingatkan bahwa perang tersebut dapat “menjatuhkan perekonomian dunia” apabila ekspor energi dari kawasan Teluk terganggu dan harga minyak melonjak hingga 150 dolar AS per barel.
Ketegangan juga meningkat di kalangan sekutu AS di kawasan. Pengusaha Dubai Khalaf Al Habtoor mengkritik eskalasi konflik tersebut dengan mengatakan negara-negara Teluk kini ditempatkan “di jantung bahaya yang tidak mereka pilih”.
Para analis juga memperingatkan bahwa perang ini kemungkinan akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya, terutama karena Iran terus meluncurkan gelombang rudal dan drone ke berbagai sasaran sambil mengganggu jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Strategi Perang Gesekan
Sejumlah pengamat menilai Iran saat ini menjalankan strategi perang gesekan, yaitu pendekatan yang bertujuan melemahkan lawan secara bertahap dengan memaksanya terus mengeluarkan sumber daya militer dan ekonomi.
Dalam konflik ini, ketimpangan biaya menjadi semakin terlihat. Sistem pertahanan canggih yang digunakan Amerika Serikat dan sekutunya bergantung pada rudal pencegat serta infrastruktur yang sangat mahal. Sebaliknya, strategi Iran banyak mengandalkan drone, rudal balistik, dan gelombang serangan berulang yang relatif lebih murah.
Kondisi tersebut menciptakan situasi di mana beban finansial untuk mempertahankan operasi pertahanan semakin berat bagi Washington dan para sekutunya, yang harus terus mengerahkan sistem canggih dan rudal pencegat bernilai tinggi untuk menahan setiap serangan.
Selama dinamika ini berlanjut, strategi Iran dinilai memungkinkan Teheran memperpanjang konflik sekaligus meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap lawan-lawannya secara bertahap.(*)
| Pertama Kalinya, AS akan Mengebom Iran dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle jika Perang Berlanjut |
|
|---|
| Harga Minyak Dunia Melejit Tembus Rp1,7 Juta per Barel, Tanker Mulai Berani Tembus Selat Hormuz |
|
|---|
| Negara Teluk Kompak Tolak Tarif Transit Kapal Minyak di Selat Hormuz yang Dikutip Iran |
|
|---|
| Putin Turun Tangan, Tegaskan Rusia Beri Dukungan Penuh untuk Iran Melawan Agresi Amerika |
|
|---|
| Iran Tegaskan AS tak Lagi Bisa Mendikte Dunia, Selat Hormuz Jadi Kunci Negosiasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sistem-pertahanan-udara-THAAD-atau-Terminal-High-Altitude-Area-Defense.jpg)