Rabu, 6 Mei 2026

Konflik Iran vs Israel

Dubes Iran Peringatkan Inggris agar Hati-Hati Jika Ikut Campur Bantu As dalam Perang

Mousavi menyebut keputusan Inggris untuk tidak ikut serta dalam serangan langsung sebagai langkah yang baik.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar/MILITER IRAN
RUDAL - Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Duta Besar Iran untuk Inggris, Seyed Ali Mousavi, memperingatkan pemerintah Inggris agar berhati-hati jika ingin ikut campur dalam konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
  • Mousavi menegaskan Iran memiliki hak untuk membela diri apabila Inggris secara langsung bergabung dalam serangan terhadap negaranya.
  • Ia mengatakan Teheran berharap pemerintah Inggris dan pihak lain mempertimbangkan secara matang setiap langkah yang diambil terkait konflik tersebut.

 

SERAMBINEWS.COM, IRAN – Duta Besar Iran untuk Inggris, Seyed Ali Mousavi, memperingatkan pemerintah Inggris agar berhati-hati jika ingin ikut campur dalam konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Mousavi menegaskan Iran memiliki hak untuk membela diri apabila Inggris secara langsung bergabung dalam serangan terhadap negaranya.

Ia mengatakan Teheran berharap pemerintah Inggris dan pihak lain mempertimbangkan secara matang setiap langkah yang diambil terkait konflik tersebut.

Inggris diketahui telah mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan apa yang disebut sebagai serangan defensif terhadap fasilitas Iran.

Namun, pemerintah Inggris disebut tidak terlibat langsung dalam operasi militer tersebut.

Dikutip dari BBC, Sabtu (7/3/2026), Mousavi menyebut keputusan Inggris untuk tidak ikut serta dalam serangan langsung sebagai langkah yang baik.

Ia juga menilai pemerintah Inggris kemungkinan telah belajar dari pengalaman invasi Irak pada 2003.

Baca juga: Parlemen Iran: Timur Tengah Tak Akan Damai Selama Pangkalan AS Masih Ada

Sementara itu, Presiden Iran Massoud Pezeshkian sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf atas serangan yang terjadi di negara-negara Teluk yang merupakan tetangga Iran.

Meski demikian, Mousavi menegaskan Iran akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat apabila serangan terhadap Iran masih berlanjut.

“Jika fasilitas, properti, atau pangkalan digunakan untuk melawan negara Iran, maka itu akan dianggap sebagai target yang sah,” kata Mousavi.

Dalam beberapa jam terakhir, sejumlah negara Teluk seperti Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan menjadi sasaran serangan Iran.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan ke Iran saat konflik tersebut telah memasuki pekan kedua.

Mousavi juga menyatakan Iran memiliki keinginan untuk tidak menyerang pangkalan militer di luar Israel di wilayah Timur Tengah.

Namun, ia menegaskan Iran tetap berhak menyerang target di wilayah mana pun yang digunakan sebagai pangkalan militer untuk menyerang Iran.

Menurutnya, respons Iran sangat bergantung pada tindakan yang diambil oleh Amerika Serikat dan Israel.

“Jika agresi berlanjut, tidak ada keraguan bahwa kami akan mempertahankan diri,” ujar Mousavi.

Ia menambahkan, jika pangkalan militer digunakan untuk menyerang Iran, maka negaranya tidak akan ragu melakukan pembelaan diri.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved