Selasa, 9 Juni 2026

Konflik Iran vs Israel

Imbas Perang Iran vs Israel-AS Picu Panic Buying di Asia, Antrean SPBU Thailand Mengular

Berdasarkan laporan Pattaya Mail, antrean kendaraan tampak mengular di sepanjang Jalan Vibhavadi Rangsit, Bangkok.

Tayang:
Editor: Amirullah
CH7HD NEWS
ANTREAN SPBU THAILAND - Tangkap Layar CH7HD News Thailand yang memerlihatkan antrean warga Thailand di sejumlah SPBU pada Selasa malam (3/3/2026). Kementerian Energi Thailand menyatakan pada hari Minggu (1/3/2026) negara mereka hanya memiliki cadangan minyak untuk dua bulan. (CH7HD NEWS) 

SERAMBINEWS.COM – Dampak konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat kini tak lagi terasa jauh.

Getarannya mulai menjalar hingga Asia. Thailand menjadi negara pertama yang merasakan langsung efeknya, ditandai dengan antrean panjang di sejumlah SPBU sejak Selasa (3/3/2026).

Situasi ini muncul di tengah kekhawatiran pasar energi global setelah penutupan Selat Hormuz jalur vital distribusi minyak dunia yang terdampak eskalasi konflik.

Sebelumnya, Kementerian Energi Thailand menyatakan pada Minggu (1/3/2026) bahwa cadangan minyak nasional cukup untuk dua bulan ke depan.

Namun kenyataan di lapangan berbicara lain. Belum genap dua bulan, warga sudah berbondong-bondong mengisi penuh tangki kendaraan.

Berdasarkan laporan Pattaya Mail, antrean kendaraan tampak mengular di sepanjang Jalan Vibhavadi Rangsit, Bangkok.

Rekaman dari CH7HD News Thailand juga memperlihatkan situasi serupa di sejumlah titik SPBU pada Selasa malam (3/3/2026).

ANTREAN SPBU THAILAND - Tangkap Layar CH7HD News Thailand yang memerlihatkan antrean warga Thailand di sejumlah SPBU pada Selasa malam (3/3/2026). Kementerian Energi Thailand menyatakan pada hari Minggu (1/3/2026) negara mereka hanya memiliki cadangan minyak untuk dua bulan. (CH7HD NEWS)
ANTREAN SPBU THAILAND - Tangkap Layar CH7HD News Thailand yang memerlihatkan antrean warga Thailand di sejumlah SPBU pada Selasa malam (3/3/2026). Kementerian Energi Thailand menyatakan pada hari Minggu (1/3/2026) negara mereka hanya memiliki cadangan minyak untuk dua bulan. (CH7HD NEWS) (Istimewa)

Baca juga: Sosok Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Disebut Jadi Penerus Pimpinan Tertinggi Iran

Kontras Kondisi antar-SPBU

Menariknya, pemandangan di lapangan menunjukkan kontras yang cukup mencolok antar-gerai.

SPBU swasta milik Shell yang telah lebih dulu menaikkan harga bensin dan diesel terlihat relatif sepi. Banyak pelanggan memilih menunda pengisian atau mencari alternatif lain.

Sebaliknya, SPBU milik PTT Public Company Limited perusahaan energi milik negara diserbu antrean panjang dari sore hingga malam. Alasannya sederhana: harga di sana masih bertahan di level lama.

Petugas SPBU di PTT mengaku kewalahan menghadapi lonjakan permintaan yang mulai terasa sejak Senin (2/3/2026).

"Kami hampir tidak sempat beristirahat sejak serbuan warga dimulai," ujar salah satu staf yang bahkan berseloroh ingin pulang lebih awal karena kelelahan.

Untuk mencegah kepanikan meluas dan menjaga ketersediaan stok, pihak SPBU kini melarang pembelian BBM menggunakan jeriken atau wadah portable. Pengisian hanya diperbolehkan langsung ke dalam tangki kendaraan.

Baca juga: Viral Mahalini Tak Sadar Cicipi Masakan saat Puasa, Sah atau Batal? Ini Penjelasan Buya Yahya

Keraguan Publik atas Cadangan 60 Hari

Meski pemerintah melalui Wakil Sekretaris Tetap Kementerian Energi, Veerapat Kiatfuengfoo, menjamin cadangan minyak nasional cukup untuk 61 hari, publik tetap merasa waswas.

Sebelumnya Veerapat merinci bahwa per 23 Februari, Thailand memiliki cadangan domestik sebesar 4,92 miliar liter minyak mentah dan minyak olahan, yang dapat memenuhi kebutuhan selama 38 hari.

Tangkap Layar CH7HD News Thailand yang memerlihatkan antrean warga Thailand
ANTREAN SPBU THAILAND - Tangkap Layar CH7HD News Thailand yang memerlihatkan antrean warga Thailand di sejumlah SPBU pada Selasa malam (3/3/2026). Kementerian Energi Thailand menyatakan pada hari Minggu (1/3/2026) negara mereka hanya memiliki cadangan minyak untuk dua bulan. (CH7HD NEWS)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved