Berita Internasional
Amerika Kewalahan Hadapi Drone Iran, Pasok Merops dari Eropa untuk Tangkal Shahed
AS mempercepat pengiriman sistem anti-drone Merops dari Eropa ke Timur Tengah untuk menghadapi serangan besar-besaran drone Shahed buatan Iran.
Ringkasan Berita:
- AS mempercepat pengiriman sistem anti-drone Merops dari Eropa ke Timur Tengah untuk menghadapi serangan besar-besaran drone kamikaze Shahed buatan Iran.
- Merops terbukti efektif di Ukraina melawan drone Rusia, dan kini diproyeksikan menjadi senjata utama AS serta negara Teluk dalam menangkal ancaman serupa.
- Dengan biaya jauh lebih murah dibanding rudal Patriot, Merops menandai perubahan strategi pertahanan udara AS: lebih efisien, adaptif, dan berbasis pengalaman nyata di medan perang.
AS mempercepat pengiriman sistem anti-drone Merops dari Eropa ke Timur Tengah untuk menghadapi serangan besar-besaran drone kamikaze Shahed buatan Iran.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Amerika Serikat sepertinya mulai kewalahan menghadapi serangan drone Iran, Shahed.
Hal ini tersirat dari reaksi Amerika yang mempercepat pengiriman sistem anti-drone Merops ke Timur Tengah (Timteng).
Pasokan Merops dari Eropa itu sebagai respons atas serangan besar-besaran Iran menggunakan drone kamikaze Shahed.
Merops bukan sekadar teknologi baru, melainkan hasil pengalaman nyata di Ukraina.
Di mana sistem ini terbukti efektif menghadapi serangan drone Rusia yang dipasok Teheran.
Menurut laporan Wall Street Journal, unit Merops dikirim dari stok militer AS di Eropa, lengkap dengan personel yang bertugas mengoperasikan sekaligus melatih pasukan lokal.
Baca juga: Ledakan Guncang Kedutaan Besar AS di Oslo Norwegia, Polisi Kerahkan Drone dan Helikopter
Produsen Merops, Perennial Autonomy juga menambah pasokan, dengan dukungan investasi dari tokoh teknologi, Eric Schmidt.
Ukraina bahkan disebut akan mengirim pelatih untuk berbagi pengalaman, karena mereka telah lama berhadapan dengan serangan Shahed.
Ketertarikan terhadap sistem ini tidak hanya datang dari AS.
Negara-negara Teluk seperti Qatar dan UEA, yang kerap menjadi target drone Iran, ikut mempelajari pengalaman Ukraina.
Delegasi Qatar bahkan mengunjungi fasilitas produksi senjata di Ukraina dan lokasi pelatihan rahasia untuk melihat langsung bagaimana Merops digunakan.
Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman Ukraina kini menjadi referensi global dalam menghadapi ancaman drone.
Baca juga: Usai Minta Maaf, Iran Kembali Hujani Negara Teluk dengan Rudal dan Drone
Merops sendiri adalah drone pencegat berukuran kecil yang bisa diluncurkan dari kendaraan ringan.
| Trump Ultimatum Iran: AS Klaim Bisa Hancurkan Teheran dalam Hitungan Jam |
|
|---|
| Update Perang Iran Hari ke 38: Ultimatum 24 Jam Donald Trump Ancam Infrastruktur Iran |
|
|---|
| Trump Ancam ‘Neraka’ untuk Iran, Desak Pembukaan Selat Hormuz di Tengah Memanasnya Perang |
|
|---|
| Biadab! Israel Kembali Serang RS di Gaza, Sudah 2.073 Langgar Gencatan Senjata |
|
|---|
| AS Kecele, Ternyata Iran Masih Sangat Tangguh dan Miliki Banyak Rudal, Terungkap dari Data Intelijen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/AS-pasok-Merops-ke-Timteng.jpg)