Kamis, 16 April 2026

Berita Internasional

Amerika Kewalahan Hadapi Drone Iran, Pasok Merops dari Eropa untuk Tangkal Shahed

AS mempercepat pengiriman sistem anti-drone Merops dari Eropa ke Timur Tengah untuk menghadapi serangan besar-besaran drone Shahed buatan Iran.

Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
DRONE MEROPS - Tentara Amerika Serikat menyiapkan drone Merops dalam pengujian di Nowa Deba, Polandia, 18 November 2025. AS mendatangkan drone ini untuk melawan serbuan drone Shahed dalam perang Iran.(AFP/WOJTEK RADWANSKI) 

Dengan kecepatan lebih dari 290 km/jam dan ketinggian hingga 16.000 kaki, Merops menggunakan radar, gelombang radio, dan sensor panas untuk mengunci target.

Saat mendekati jarak 1,5 km, sistem AI akan mengarahkan drone agar meledak di dekat sasaran.

Biayanya relatif murah, sekitar 7.000–10.000 dolar AS, jauh lebih efisien dibanding rudal Patriot yang bisa mencapai 4 juta dolar per unit.

Meski efektif, Merops memiliki keterbatasan: jangkauan pendek dan performa yang menurun dalam cuaca buruk. 

Namun, di Timur Tengah yang beriklim kering, kelemahan ini dianggap tidak terlalu signifikan.

Sejak akhir Februari 2026, Iran meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone Shahed ke pangkalan AS dan negara tetangga.

Serangan tersebut menewaskan enam personel Amerika dan merusak radar sistem pertahanan THAAD di Yordania.

Baca juga: AL Iran Klaim Lancarkan Serangan Drone Besar-besaran ke Israel dan Pangkalan Militer AS

Dengan situasi ini, Merops menjadi simbol perubahan strategi militer AS. 

Jika sebelumnya Washington hanya mempelajari konflik Ukraina, kini pengalaman itu diterapkan langsung untuk menghadapi Iran.

Bagi negara-negara Teluk, kehadiran Merops juga memberi harapan baru dalam melawan ancaman drone murah yang selama ini menguras biaya pertahanan.

Singkatnya, Merops bukan sekadar senjata baru, melainkan hasil pembelajaran global dari perang Ukraina yang kini diproyeksikan untuk menghadapi ancaman nyata di Timur Tengah.

Sistem ini menandai era baru pertahanan udara: lebih murah, lebih cepat, dan lebih adaptif terhadap ancaman drone modern.(*)

 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved