Senin, 13 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Iran Tolak Gencatan Senjata, Tegaskan Perang Harus Berakhir Permanen

“Amerika Serikat dan Israel membunuh rakyat kami. Mereka membunuh siswi-siswi dan menyerang rumah sakit,” kata Araghchi.

Editor: Faisal Zamzami
IRNA
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Iran menolak seruan gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
  • Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya hanya akan menghentikan perlawanan jika perang benar-benar diakhiri secara total dan permanen.
  • Dia menuding Amerika Serikat dan Israel melakukan pelanggaran kemanusiaan serius selama konflik berlangsung.

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN — Pemerintah Iran menolak seruan gencatan senjata dalam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya hanya akan menghentikan perlawanan jika perang benar-benar diakhiri secara total dan permanen.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam wawancara eksklusif pada program Meet the Press yang ditayangkan oleh NBC News.

Dalam wawancara itu, ia menuding Amerika Serikat dan Israel melakukan pelanggaran kemanusiaan serius selama konflik berlangsung.

Menurut Araghchi, serangan yang dilakukan kedua negara tersebut telah menimbulkan korban dari kalangan sipil.

Ia menyebut sejumlah fasilitas sipil turut menjadi sasaran serangan.

“Amerika Serikat dan Israel membunuh rakyat kami. Mereka membunuh siswi-siswi dan menyerang rumah sakit,” kata Araghchi.

Baca juga: Akhirnya Iran Resmi Lahirkan “Khamenei Baru” di Tengah Invasi AS dan Israel

Ia juga menyatakan bahwa gencatan senjata sulit dicapai karena, menurut Iran, kesepakatan serupa sebelumnya pernah dilanggar.

Araghchi merujuk pada gencatan senjata yang sempat dicapai untuk mengakhiri konflik selama 12 hari pada tahun sebelumnya.

Karena itu, pemerintah Iran menilai penghentian sementara pertempuran tidak akan menjadi solusi bagi konflik yang sedang berlangsung.

“Perang ini harus diakhiri secara permanen. Selama hal itu belum tercapai, kami akan terus berjuang demi rakyat dan keamanan negara kami,” ujar Araghchi.

Di tengah ketegangan yang terus meningkat, perhatian internasional juga tertuju pada dinamika politik di Iran, termasuk kabar mengenai terpilihnya Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Selain itu, kondisi program nuklir Iran, khususnya terkait cadangan uranium, masih menjadi sorotan berbagai pihak.

Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel hingga kini masih menjadi perhatian dunia internasional, dengan berbagai negara menyerukan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: VIDEO Iran Tak Gentar Hadapi Serangan AS, Teheran Punya Amunisi Hingga 6 Bulan ke Depan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved