Konflik Amerika vs Iran
Iran Tolak Gencatan Senjata, Tegaskan Perang Harus Berakhir Permanen
“Amerika Serikat dan Israel membunuh rakyat kami. Mereka membunuh siswi-siswi dan menyerang rumah sakit,” kata Araghchi.
Singgung kerja sama Iran-Rusia
Pada Jumat (6/3/2026), empat sumber mengatakan kepada NBC News bahwa Rusia memberikan informasi intelijen kepada Iran tentang lokasi pasukan AS di Timur Tengah.
Ini termasuk data intelijen yang dapat membantu Iran menemukan kapal perang AS.
Merespons laporan itu, Araghchi menganggap kerja sama antara Iran dan Rusia bukanlah hal baru.
"Itu bukan rahasia. Mereka membantu kami dalam berbagai hal. Saya tidak memiliki informasi detail," jelas dia.
Iran tak berniat serang Negara Teluk
Pada Sabtu (7/3/2026), Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan, Iran tak lagi menyerang negara-negara Teluk, kecuali mereka memfasilitasi serangan AS-Israel.
Namun, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak menyerang negara-negara tetangga secara sengaja.
“Kita menyerang pangkalan-pangkalan Amerika, instalasi-instalasi AS, aset-aset Amerika, yang sayangnya terletak di wilayah negara-negara tetangga kita,” katanya.
Araghchi menambahkan bahwa Pezeshkian telah meminta maaf kepada masyarakat di wilayah tersebut atas ketidaknyamanan yang mereka alami karena agresi AS dan pembalasan dari pihak Iran.
Iran tak ingin menjadi ancaman siapa pun
Ia juga merespons tudingan Presiden AS Donald Trump yang menganggap Iran segera memiliki rudal yang mampu mencapai AS. Menurutnya, tudingan itu tidak benar.
“Anda tahu, kami memiliki kemampuan untuk memproduksi rudal, tetapi kami sengaja membatasi jangkauan kami hingga di bawah 2.000 kilometer karena kami tidak ingin dianggap sebagai ancaman oleh siapa pun di dunia," tuturnya.
Araghci juga menolak campur tangan Trump dalam pemilihan pemimpin tertinggi Iran.
“Ini terserah rakyat Iran untuk memilih pemimpin baru mereka. Mereka telah memilih Majelis Ahli dan akan menjalankan tugasnya," pungkasnya.
| AS Klaim Iran Siap Berdamai, Selat Hormuz Akan Dibuka Penuh |
|
|---|
| AS dan Iran Capai Kesepakatan Tentatif, Bahas Gencatan Senjata 60 Hari hingga Program Nuklir |
|
|---|
| Iran Serang Balik AS, Ketegangan di Selat Hormuz Kian Memanas |
|
|---|
| Timur Tengah Memanas! Iran Tuding AS Mulai Perang Hibrida, Pentagon Bidik Serangan Terbaru |
|
|---|
| Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata, Israel Gempur Lebanon hingga Tewaskan Puluhan Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Menteri-Luar-Negeri-Iran-Abbas-Araghchi.jpg)