Breaking News
Sabtu, 25 April 2026

Berita Internasional

Mengukur Kapasitas dan Pengaruh Mojtaba, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Pengganti Ali Khamenei

Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 8 Maret 2026, menggantikan ayahnya Ali Khamenei yang syahid pekan lalu.

Editor: Saifullah
Kompas.com
PEMIMPIN TERTINGGI IRAN - Ayatollah Mojtaba Khamenei, anak Ali Khamenei resmi terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru usai ditunjuk Majelis Ahli pada 8 Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 8 Maret 2026, menggantikan ayahnya Ali Khamenei yang tewas dalam serangan AS-Israel.
  • Meski jarang tampil di publik dan tidak pernah memegang jabatan resmi, ia dikenal berpengaruh besar lewat kedekatannya dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
  • Penunjukan ini menuai kritik internasional, namun dukungan IRGC serta jaringan politik dan finansial diyakini memperkuat posisinya di tengah konflik regional.

 

Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 8 Maret 2026, menggantikan ayahnya Ali Khamenei yang syahid dalam serangan AS-Israel.

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran pada 8 Maret 2026, oleh Majelis Ahli, hanya sepekan setelah ayahnya, Ali Khamenei syahid dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Lahir di Mashhad pada 1969, Mojtaba selama ini dikenal sebagai sosok misterius yang jarang tampil di publik.

Namun putra kedua Ali Khamenei ini memiliki pengaruh besar di lingkaran kekuasaan, terutama melalui kedekatannya dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Penunjukan ini terjadi di tengah eskalasi konflik besar antara Iran melawan Amerika Serikat, dan Israel, sehingga menimbulkan sorotan internasional.

Meski tidak pernah memegang jabatan resmi, Mojtaba sudah lama dikaitkan dengan dinamika politik Iran

Sejak 1990-an, ia kerap terlihat bersama komandan IRGC pasca perang Iran-Irak.

Namanya mencuat pada Pemilu 2005, ketika disebut berperan dalam kemenangan Mahmoud Ahmadinejad.

Baca juga: Sosok Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Dikenal Misterius, Dekat dengan IRGC

Tuduhan campur tangan kembali muncul pada Pemilu 2009, saat gelombang protes "Gerakan Hijau" ditindas dengan keras.

Hal ini memperkuat citra Mojtaba sebagai tokoh garis keras yang beroperasi di balik layar, melanjutkan pola kepemimpinan ayahnya.

Reaksi Donald Trump

Secara internasional, penunjukan Mojtaba menuai kritik. 

Presiden AS, Donald Trump menyebutnya sebagai figur lemah yang tidak akan bertahan lama.

Sementara Menteri Pertahanan (Menhan) Israel menegaskan, bahwa penerus Ali Khamenei tetap menjadi target eliminasi.

Tapi di dalam negeri, Majelis Ahli menyerukan rakyat Iran untuk mendukung pemimpin baru demi menjaga persatuan nasional. Dukungan dari IRGC diyakini menjadi faktor utama yang memperkuat posisinya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved