Konflik Amerika vs Iran
Lingkaran Dalam Trump Mulai Khawatir Perang Iran, Harga Minyak Melonjak
Selain faktor ekonomi, sekutu politik Trump juga mencemaskan dampak konflik terhadap pemilihan umum paruh waktu di AS.
Ringkasan Berita:
- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan keinginannya untuk segera mengakhiri operasi militer AS di Iran.
- Isyarat tersebut muncul setelah sejumlah orang dekat di lingkarannya dilaporkan mulai khawatir terhadap dampak politik dan ekonomi dari konflik yang berkepanjangan.
- Dalam keterangannya kepada media di Florida, Senin (9/3/2026), Trump mengatakan misi militer yang dijalankan sebagian besar telah mencapai target yang ditetapkan.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan keinginannya untuk segera mengakhiri operasi militer AS di Iran.
Isyarat tersebut muncul setelah sejumlah orang dekat di lingkarannya dilaporkan mulai khawatir terhadap dampak politik dan ekonomi dari konflik yang berkepanjangan.
Dalam keterangannya kepada media di Florida, Senin (9/3/2026), Trump mengatakan misi militer yang dijalankan sebagian besar telah mencapai target yang ditetapkan.
“Kami melampaui jadwal yang ditentukan,” ujar Trump seperti dikutip dari The Wall Street Journal.
Trump meyakini perang dengan Iran dapat segera berakhir, meskipun ia belum memberikan kepastian waktu mengenai kapan operasi militer tersebut akan dihentikan sepenuhnya.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Pernyataan Trump soal Selat Hormuz, Pasar Energi Global Bergejolak
Tekanan ekonomi dan politik
Dorongan agar pemerintah AS mencari jalan keluar dari konflik semakin kuat seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global.
Harga minyak dunia dilaporkan melonjak hingga melampaui 100 dolar AS per barel.
Penasihat ekonomi eksternal Trump, Stephen Moore, menilai kenaikan harga energi dapat berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
“Ketika harga gas dan minyak naik, harga segala sesuatu juga ikut naik. Mengingat masalah keterjangkauan harga sudah menjadi isu sebelumnya, hal ini menjadi tantangan nyata,” ujarnya.
Selain faktor ekonomi, sekutu politik Trump juga mencemaskan dampak konflik terhadap pemilihan umum paruh waktu di AS.
Beberapa survei terbaru menunjukkan mayoritas warga Amerika menolak perang tersebut.
Orang-orang dekat presiden dilaporkan mendorong pemerintah mulai menyusun rencana penarikan pasukan, sekaligus membangun narasi bahwa militer AS telah berhasil mencapai tujuan utama operasi tersebut.
| Total 3.400 Orang Tewas dalam Konflik Iran dengan AS dan Israel, Data Terus Bertambah |
|
|---|
| Situasi AS–Iran Memanas, Trump Rapat dengan Direktur CIA dan Menhan, Perang Bakal Lanjut |
|
|---|
| Meski Berunding, Iran Tegaskan Tak Percaya AS, Siap Bertempur Kapan Pun, Militer Siaga Penuh |
|
|---|
| AS Klaim Pertahanan Iran Sudah Lumpuh, Laporan Intelijen Ungkap Fakta Sebaliknya |
|
|---|
| AS Bersiap Kejar Kapal Iran di Seluruh Dunia, Tak Hanya Blokade |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Daftar-proyek-Donald-Trump-di-Indonesia.jpg)