Selasa, 9 Juni 2026

Selat Hormuz

Krisis Minyak Mengintai, Aramco Peringatkan Dampak Penutupan Selat Hormuz

Menurut Nasser, jika gangguan di Selat Hormuz berlangsung lama, dampaknya akan sangat serius bagi stabilitas ekonomi global.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Google Maps
Peta Selat Hormuz. 

Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent sempat melonjak hingga hampir 120 dolar AS per barel pada Senin (9/3/2026), yang merupakan level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Namun pada Selasa, harga minyak terkoreksi ke kisaran 92 dolar AS per barel setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik kemungkinan dapat segera berakhir.

Trump juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan memberikan respons militer yang lebih keras jika Iran benar-benar memblokir ekspor energi dari kawasan Teluk.

Ia menyebut Angkatan Laut AS siap mengawal kapal-kapal tanker yang melintas di wilayah tersebut.

Meski demikian, kemampuan armada AS masih dipertanyakan karena sebagian kapal tengah terlibat dalam operasi militer terhadap Iran.

Baca juga: Azerbaijan Tetap Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Iran di Tengah Ketegangan

Strategi Aramco Menghadapi Krisis

Nasser mengungkapkan bahwa stok minyak global saat ini berada pada level terendah dalam lima tahun terakhir.

Jika krisis berlanjut, cadangan tersebut diperkirakan akan semakin cepat terkuras.

Untuk mengatasi gangguan distribusi, Aramco sementara tidak mengekspor minyak langsung dari Teluk karena kapal tanker kesulitan memuat kargo di wilayah tersebut.

Sebagai alternatif, perusahaan mengoptimalkan penggunaan pipa East–West untuk mengalirkan minyak jenis Arab Light dan Arab Extra Light menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Pipa tersebut ditargetkan segera mencapai kapasitas maksimum 7 juta barel per hari seiring dengan pengalihan rute ekspor oleh pelanggan.

Selain itu, Aramco juga memprioritaskan pasokan minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan domestik Arab Saudi.

Terkait serangan yang terjadi pekan lalu di kilang Ras Tanura, Nasser memastikan kebakaran kecil yang sempat terjadi telah berhasil dipadamkan dan fasilitas tersebut kini sedang dalam proses kembali beroperasi.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved