Konflik Amerika vs Iran
Trump Isyaratkan Akhiri Perang Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Rontok
Penurunan tajam ini terjadi setelah pelaku pasar menilai pernyataan Trump sebagai sinyal bahwa konflik militer
SERAMBINEWS.COM – Pasar energi global bergerak cepat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberi sinyal bahwa konflik militer dengan Iran kemungkinan tidak akan berlangsung lama.
Isyarat tersebut langsung berdampak pada harga minyak dunia yang sebelumnya melonjak tajam akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Mengutip laporan BBC International, harga minyak mentah sempat naik hampir menyentuh 120 dolar AS per barel pada Senin (9/3/2026). Namun, pada perdagangan Rabu (11/2/2026), harga tersebut justru jatuh drastis hingga berada di bawah 90 dolar AS per barel.
Penurunan tajam ini terjadi setelah pelaku pasar menilai pernyataan Trump sebagai sinyal bahwa konflik militer dengan Iran mungkin tidak akan berkembang menjadi perang berkepanjangan.
Pandangan tersebut membuat pasar lebih optimistis bahwa risiko gangguan terhadap pasokan energi global tidak akan sebesar yang sebelumnya dikhawatirkan.
Akibatnya, para pedagang yang sebelumnya membeli kontrak minyak untuk mengantisipasi lonjakan harga mulai melepas kembali aset mereka.
Gelombang aksi jual yang terjadi dalam waktu singkat akhirnya menekan harga minyak dunia hingga turun tajam di pasar internasional.
Selain faktor geopolitik, harapan terhadap stabilitas ekonomi global juga turut mempengaruhi pergerakan harga energi.
Dalam banyak kasus, konflik militer besar biasanya mendorong lonjakan harga minyak dan meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara.
Namun ketika pasar menilai kemungkinan perang berkepanjangan mulai menurun, ekspektasi terhadap kenaikan harga energi ikut mereda.
Situasi inilah yang membuat harga minyak yang sebelumnya sempat melonjak akhirnya kembali turun ke bawah 90 dolar AS per barel.
Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa pasar energi global masih sangat sensitif terhadap perkembangan situasi di Timur Tengah.
Baca juga: AS Ingin Perang dengan Iran Segera Berakhir, Israel Tetap Tekan Ingin Lanjut
Ketegangan Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Energi
Perlu diketahui sebelum mengalami penurunan, pasar energi sempat bergejolak ditandai dengan melonjaknya harga minyak dunia hingga menembus 105 dolar AS per barel.
Ini terjadi lantaran pasukan elite Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal komersial agar tidak melintas di Selat Hormuz.
Selat Hormuz dilaporkan dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap hari, atau hampir seperlima dari total perdagangan minyak global. Ketika jalur ini terganggu, pasar energi dunia biasanya langsung bereaksi.
| AS dan Iran Kembali Saling Balas Serangan Udara, Kuwait Tingkatkan Kewaspadaan |
|
|---|
| AS Klaim Iran Siap Berdamai, Selat Hormuz Akan Dibuka Penuh |
|
|---|
| AS dan Iran Capai Kesepakatan Tentatif, Bahas Gencatan Senjata 60 Hari hingga Program Nuklir |
|
|---|
| Iran Serang Balik AS, Ketegangan di Selat Hormuz Kian Memanas |
|
|---|
| Timur Tengah Memanas! Iran Tuding AS Mulai Perang Hibrida, Pentagon Bidik Serangan Terbaru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump-mengunggah-pidato.jpg)