Konflik Amerika vs Iran
Intelijen AS: Rezim Iran Tetap Solid Meski Digempur Serangan AS–Israel
Laporan tersebut juga menyoroti kekompakan para pemimpin ulama Iran dalam menjaga stabilitas pemerintahan.
Ringkasan Berita:
- Laporan intelijen Amerika Serikat menyebutkan bahwa pemerintahan Iran saat ini masih tetap kuat dan tidak berada dalam ancaman keruntuhan dalam waktu dekat
- Menurut tiga sumber yang mengetahui isi laporan tersebut, penilaian intelijen AS secara konsisten menyimpulkan bahwa kepemimpinan di Teheran masih memegang kendali penuh atas masyarakat Iran.
- Laporan tersebut juga menyoroti kekompakan para pemimpin ulama Iran dalam menjaga stabilitas pemerintahan.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON — Laporan intelijen Amerika Serikat menyebutkan bahwa pemerintahan Iran saat ini masih tetap kuat dan tidak berada dalam ancaman keruntuhan dalam waktu dekat, meskipun negara tersebut telah digempur serangan udara besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel selama hampir dua pekan.
Serangan militer itu dilaporkan dimulai pada 28 Februari dan menargetkan berbagai fasilitas strategis Iran.
Menurut tiga sumber yang mengetahui isi laporan tersebut, penilaian intelijen AS secara konsisten menyimpulkan bahwa kepemimpinan di Teheran masih memegang kendali penuh atas masyarakat Iran.
“Banyak laporan intelijen memberikan analisis konsisten bahwa rezim tersebut tidak dalam bahaya keruntuhan dan tetap mempertahankan kendali atas publik Iran,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan identitasnya, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (13/3/2026).
Laporan tersebut juga menyoroti kekompakan para pemimpin ulama Iran dalam menjaga stabilitas pemerintahan.
Meski Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada hari pertama serangan, yaitu 28 Februari, struktur kekuasaan negara itu disebut tetap bertahan.
Majelis Ahli, yang terdiri dari ulama senior Iran, awal pekan ini juga telah menunjuk putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi yang baru.
Selain itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) bersama para pemimpin sementara yang menggantikan pejabat yang tewas dalam serangan masih memegang kendali negara, meskipun puluhan perwira senior mereka dilaporkan menjadi korban.
Baca juga: Iran Buru 11.000 Tentara AS di Timur Tengah, IRGC Minta Warga Laporkan Keberadaan Mereka
Tekanan politik bagi Trump
Stabilnya pemerintahan Iran juga menjadi tantangan tersendiri bagi Presiden AS, Donald Trump.
Di tengah tekanan politik dalam negeri akibat melonjaknya harga minyak dunia, Trump mengisyaratkan kemungkinan untuk segera mengakhiri operasi militer tersebut.
Operasi ini disebut sebagai operasi militer terbesar AS sejak 2003.
Namun, para analis menilai akan sulit bagi Washington untuk menemukan jalan keluar yang dapat diterima jika pemerintahan Iran tetap bertahan kuat.
Di sisi lain, sejumlah pejabat Israel dalam diskusi tertutup juga mulai mempertanyakan apakah perang ini benar-benar dapat menjatuhkan rezim Iran.
| Perang Iran vs AS Mulai Mereda, Ancaman Baru Muncul dari Perompak Somalia |
|
|---|
| AS Resmi Akhiri Kampanye Militer ‘Operasi Epic Fury’ Terhadap Iran: Kami Telah Mencapai Tujuan |
|
|---|
| Presiden Iran Tegaskan Tolak Tuntutan AS soal Program Nuklir: Kami Tidak Akan Tunduk |
|
|---|
| Iran Terapkan Sistem Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Izin Sebelum Melintas, Ini Syaratnya |
|
|---|
| Senator Amerika Serikat Sebut Trump dan Netanyahu sebagai Pemicu Konflik Timur Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bendera-Iran-dikibarkan-di-antara-reruntuhan-gedung-di-Teheran.jpg)