Rabu, 20 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Hizbullah Sebut Perang Iran Bisa Jadi Pertempuran Terakhir Melawan Israel

Serangan udara intensif dilaporkan menewaskan banyak orang, sementara pasukan darat Israel dikerahkan ke wilayah perbatasan.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
X/Telegram/Hizbullah
Sekjen Hizbullah Naim Qassem berpidato pada Sabtu (14/12/2024). 

 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT – Kelompok Hizbullah di Lebanon menyatakan keterlibatan mereka dalam perang yang melibatkan Iran saat ini bisa menjadi pertempuran terakhir melawan Israel.

Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan kelompoknya tidak akan mundur dari konflik tersebut.

“Ini adalah pertempuran eksistensial. Kami tidak akan membiarkan musuh mencapai tujuannya untuk melenyapkan keberadaan kami,” kata Qassem pada Jumat (13/3/2026), seperti dikutip AFP.

Lebanon kembali terseret dalam konflik setelah Hizbullah melancarkan serangan roket dan drone ke Israel pekan lalu.

Serangan tersebut disebut sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Sejak itu, Israel meningkatkan operasi militernya di Lebanon.

Serangan udara intensif dilaporkan menewaskan banyak orang, sementara pasukan darat Israel dikerahkan ke wilayah perbatasan.

Peringatan evakuasi yang dikeluarkan Israel juga memaksa ratusan ribu warga Lebanon mengungsi.

Baca juga: VIDEO - 200 Roket Hizbullah Diluncurkan ke Israel, Iron Dome Kewalahan Hadapi Rentetan Serangan

Sumber dari Hizbullah yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kelompok tersebut telah mempersiapkan diri menghadapi konflik yang berpotensi berlangsung lama.

Menurutnya, Hizbullah kini berjuang habis-habisan menghadapi Israel.

Ia menyebut hasil perang kali ini hanya memiliki dua kemungkinan.

“Hizbullah akan tamat, atau perang ini menciptakan situasi baru yang memaksa Israel menarik diri sepenuhnya dari Lebanon dan menghentikan serangannya,” kata sumber tersebut.

Sumber itu juga mengungkapkan keputusan Hizbullah untuk terlibat dalam perang sebenarnya telah diambil beberapa bulan lalu.

Namun, mereka menunggu perubahan situasi geopolitik kawasan setelah pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved