Jumat, 8 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

Diserang Rudal dan Drone Iran, Kapal Induk AS Mundur Setelah Mengalami Kerusakan

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Iran mengklaim salah satu kapal induk Amerika Serikat mengalami kerusakan serius setelah dihantam

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
US Navy
KAPAL INDUK AS - Foto yang dirilis situs resmi Angkatan Laut Amerika Serikat (U.S. Navy) memperlihatkan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) melakukan latihan putaran kecepatan tinggi di Samudra Atlantik selama uji coba laut di Samudra Atlantik, pada 11 Mei 2017. Kelompok serang kapal induk dan aset lainnya akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang. 

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Iran mengklaim salah satu kapal induk Amerika Serikat mengalami kerusakan serius setelah dihantam serangan rudal dan drone, hingga dipaksa mundur dari wilayah operasi.

Militer Iran pada Sabtu menyatakan telah menimbulkan “kerusakan signifikan” pada kapal induk milik Angkatan Laut AS, yakni USS Abraham Lincoln (CVN‑72), yang disebut ikut terlibat dalam operasi militer AS dan Israel terhadap Iran.

Juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, dalam wawancara televisi mengatakan serangan tersebut membuat kapal induk bertenaga nuklir itu tidak lagi mampu beroperasi sehingga terpaksa mundur dari posisinya di perairan Laut Oman.

Baca juga: AS dan Negara Teluk Berebut Drone Pencegat Ukraina untuk Hadapi Drone Kamikaze Iran

“Serangan rudal dan drone yang dilakukan pasukan kami membuat kapal itu tidak dapat melanjutkan operasi,” kata Shekarchi.

Namun, pihak Iran tidak menyertakan bukti untuk mendukung klaim tersebut. Selama perang yang telah berlangsung sekitar dua pekan, militer Iran memang beberapa kali menyatakan telah menargetkan kapal induk Amerika di kawasan tersebut.

AS Bantah Klaim Iran

Militer Amerika Serikat langsung membantah klaim tersebut. Komando militer AS di kawasan, United States Central Command, menegaskan kapal induk itu tetap beroperasi normal.

“Untuk memperjelas: Gugus Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln terus mendominasi wilayah udara Iran dari laut,” tulis CENTCOM dalam unggahan di platform X (Twitter).

Pernyataan itu muncul setelah media Amerika melaporkan adanya insiden lain di laut yang melibatkan kapal Iran dan gugus tempur kapal induk tersebut.

Menurut dua pejabat AS yang berbicara kepada CBS News, sebuah kapal Iran sempat mendekati gugus tempur kapal induk itu. Sebagai respons, sebuah helikopter militer AS menembakkan dua rudal Hellfire ke arah kapal tersebut.

Hingga kini, status kapal Iran dan awaknya tidak diungkapkan.

Kapal Induk Raksasa AS

USS Abraham Lincoln (CVN‑72) merupakan kapal induk kelas Nimitz-class aircraft carrier yang menjadi salah satu kekuatan utama Angkatan Laut Amerika Serikat.

Kapal ini berada beberapa ratus kilometer dari perbatasan maritim Iran di perairan Teluk Oman saat insiden terjadi.

Kapal induk tersebut tiba di kawasan Samudra Hindia pada Januari lalu sebagai bagian dari pengerahan besar-besaran armada laut AS yang disebut oleh Presiden Donald Trump sebagai “armada raksasa”.

Sejak diluncurkan pada akhir 1980-an, kapal induk ini telah berulang kali dikerahkan dalam operasi militer di kawasan Timur Tengah dan Indo-Pasifik.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved